FINANSIALFOKUS.COM — “Terima kasih telah menjadi ayah yang baik,” ujar Haakon, nyaris menahan tangis, seraya mengenang momen-momen bersama mendiang. Ia menyebut Harald V sebagai sosok ayah yang hangat bagi dirinya dan adiknya, Putri Märtha Louise, sekaligus kakek yang menyenangkan bagi enam cucunya, dan suami yang penuh cinta untuk Ratu Sonja.
Janji Kepemimpinan di Tengah Duka Nasional
Haakon, 53 tahun, mengakui tugas besar menantinya sebagai kepala negara. “Sekarang giliran saya,” katanya, menegaskan keinginannya untuk menjadi raja yang “hadir dan penuh perhatian” bagi seluruh rakyat Norwegia.
Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya persatuan nasional. Keluarga kerajaan, menurut Haakon, percaya pada masyarakat yang dibangun di atas hukum dan keadilan, di mana setiap orang memiliki nilai yang setara.
“Kami berduka, namun pada saat yang sama, hal itu memberi penghiburan dan kekuatan bahwa begitu banyak orang turut berduka bersama kami,” ujarnya, menanggapi gelombang belasungkawa dari ribuan warga yang meletakkan bunga di depan istana sejak kabar wafatnya Harald V tersiar.
Dinamika Keluarga dan Tantangan yang Dihadapi
Haakon juga menyentuh dinamika keluarga tanpa menyebut secara spesifik kontroversi yang membayangi kerajaan. “Keluarga kami telah mengalami pentingnya berdiri bersama agar tetap teguh, baik di dalam diri kami sendiri maupun satu sama lain, bahkan di masa-masa sulit,” tuturnya.
Pernyataan ini muncul di tengah berbagai tantangan yang dihadapi keluarga kerajaan, termasuk kondisi kesehatan Ratu Mette-Marit yang menjalani transplantasi paru-paru akibat fibrosis paru sejak 2018. Ia juga merujuk pada putra tiri Haakon, Marius Borg Høiby, yang dihukum empat tahun penjara pada Juni lalu atas kasus pemerkosaan dan pelanggaran lainnya, serta sedang mengajukan banding.
Di sisi lain, dukungan publik terhadap monarki menunjukkan tren penurunan. Jajak pendapat surat kabar Aftenposten pada awal tahun ini mencatat dukungan terhadap monarki turun dari 72 persen pada 2024 menjadi 54 persen, meskipun Harald V tetap populer hingga akhir hayatnya.
Langkah Selanjutnya dan Prosesi Suksesi
Raja Haakon VIII dijadwalkan mengucapkan sumpah setia di depan parlemen pada Selasa pekan depan. Setelah itu, ia akan mengikuti ibadah pemberkatan bersama Ratu Mette-Marit, sebagai pengganti upacara koronasi yang sudah tidak digunakan lagi di Norwegia.
Perdana Menteri Jonas Gahr Støre yang turut hadir memberikan penghormatan di istana menyatakan bahwa negaranya “bersatu dalam duka dan rasa terima kasih” atas pengabdian Raja Harald V. Hingga saat ini, tanggal pemakaman mendiang raja belum diumumkan secara resmi oleh pihak istana.