Mercedes-Maybach S680 dan GLS Sama-Sama 15 MPG, tapi Pajak yang Dibayar Beda

Mercedes-Maybach S680 dan GLS Sama-Sama 15 MPG, tapi Pajak yang Dibayar Beda

FINANSIALFOKUS.COM — Perbedaan perlakuan ini bukan muncul dari kebijakan baru, melainkan aturan yang sudah mengendap sejak 1978. Ketika undang-undang pajak gas guzzler pertama kali disahkan, SUV dan truk belum populer seperti sekarang, sehingga kategori kendaraan tersebut justru dikecualikan dari pungutan ekstra.

Pajak Rp 74 Juta untuk S680, GLS Bebas

Berdasarkan data EPA, Mercedes-Maybach S680 2026 yang mengusung mesin twin-turbo 6.0-liter V12 mencatat konsumsi 15 mpg dalam kombinasi. Angka ini berada di ambang batas atas ketentuan pajak, sehingga pembeli harus merogoh kocek tambahan US$ 4.500 di luar harga dasar yang sudah menembus US$ 211.000.

Sebaliknya, Maybach GLS 600 4Matic dengan mesin hybridized twin-turbo 4.0-liter V8 juga menghasilkan 15 mpg, tetapi tidak tersentuh pajak sama sekali. Statusnya sebagai SUV membuat kendaraan ini lolos dari jeratan aturan yang sama.

Jalan Tengah Sejarah dan Celah Regulasi

Ketentuan gas guzzler tax dirancang ketika pasar Amerika didominasi sedan dan coupe. Kategori truk ringan, minivan, dan SUV memang sengaja dikecualikan karena pada masa itu kendaraan tersebut masih dipandang sebagai alat kerja, bukan kendaraan pribadi mewah.

Kini celah regulasi itu menjadi semacam insentif tersembunyi bagi konsumen yang beralih ke kendaraan tinggi. Ditambah fasilitas pengurangan pajak Section 179, semakin banyak alasan bagi pembeli untuk memilih SUV ketimbang sedan, termasuk di segmen ultra-luksus.

Perbedaan Emisi dan Konsumsi BBM

Meski angka gabungan sama, EPA mencatat Maybach GLS menghasilkan emisi karbon dioksida lebih rendah 18 gram per mil dibandingkan S680. Dalam simulasi perjalanan 15.000 mil dengan komposisi 45 persen kota dan 55 persen tol, kedua kendaraan sama-sama menghabiskan 19,8 barel bahan bakar premium.

Selisih emisi yang tipis ini mempertegas ironi kebijakan perpajakan yang mendasarkan diri pada kategori kendaraan, bukan pada efisiensi aktual mesin. Padahal secara teknologi, powertrain hybrid V8 pada GLS sebenarnya lebih modern dibandingkan V12 konvensional yang diusung S680.

Bagi calon pemilik di Indonesia, besaran pajak ini mungkin tidak terlalu relevan karena struktur pajak kendaraan mewah berbeda. Namun celah regulasi tersebut menunjukkan bagaimana kebijakan yang lahir puluhan tahun lalu bisa menciptakan keanehan di pasar otomotif saat ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index