BENGKULU - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan Bank Indonesia turut serta membantu perluasan pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di kawasan itu.
Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Rejang Lebong Anes Rahman ketika dihubungi di Rejang Lebong, Minggu, menyatakan wilayah tersebut mempunyai bermacam komoditas unggulan yang berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi apabila dikembangkan secara berkelanjutan.
"Pihak Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu saat ini tengah melakukan pemetaan Komoditas, Produk, dan Jenis Usaha (KPJU) unggulan UMKM yang ada di Kabupaten Rejang Lebong agar dapat menembus pasar yang lebih luas," kata Anes.
Dia menguraikan, Kabupaten Rejang Lebong memiliki komoditas unggulan pada sektor pertanian seperti kopi serta berbagai produk hortikultura, khususnya sayur-sayuran.
Di samping itu, produk UMKM unggulan berupa batik khas Rejang Lebong, gula aren, serta berbagai produk olahan lainnya juga mempunyai potensi besar untuk dikembangkan.
Pemetaan KPJU yang dilaksanakan oleh BI Perwakilan Bengkulu terhitung sejak sebulan belakangan, ucap dia, merupakan langkah taktis untuk mendongkrak ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja.
"Hasil pemetaan KPJU ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi produk unggulan Rejang Lebong untuk menembus pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai tambah, sekaligus memperkuat daya saing UMKM lokal," tegasnya.
Dia menambahkan, penelitian KPJU oleh BI tersebut bertujuan guna memperoleh data yang akurat mengenai potensi ekonomi daerah, sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan UMKM yang lebih tepat sasaran.
Penelitian memetakan berbagai sektor unggulan, mulai dari pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, pertambangan, industri pengolahan, perdagangan, transportasi, akomodasi, hingga sektor ekonomi kreatif seperti penerbitan, penyiaran, konten digital, kesenian, hiburan, dan rekreasi.
Selain memotret profil UMKM, penelitian itu juga menghimpun data mengenai kebijakan pemerintah daerah, kondisi perekonomian, serta dukungan sektor perbankan dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah itu.