Optimalkan Potensi Panas Bumi, PGE Bidik Posisi Utama Dunia pada 2034

Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:52:00 WIB
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. ( sumber : net )

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk mempunyai ambisi guna menjadi perusahaan panas bumi peringkat satu terbesar di dunia pada 2034.

Hal ini pula sejalan dengan target daya terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Pertamina Geothermal Energy menjadi sebesar 1,8 Giga Watt pada delapan tahun mendatang.

Ambisi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan potensi panas bumi Indonesia yang mencakup 40% cadangan global guna mendukung swasembada energi nasional.

Presiden Direktur Pertamina Geothermal Energy, dari Sumbernya, menjelaskan bahwa perusahaan sudah memiliki peta jalan dan rencana pengembangan dalam mencapai posisi tersebut.

Ia menekankan bahwa status Pertamina Geothermal Energy saat ini sudah berada di jajaran pemain global dan akan terus mendorong pertumbuhan kapasitas secara bertahap dalam satu dekade mendatang.

"Kita dari status saat ini 727 Mega Watt (MW), kita akan menjadi 1 GW company nomor 1 di Indonesia di tahun 2028. Dan kemudian di tahun 2034 menjadi nomor 1 di dunia untuk kapasitas 1,8 GW," ungkap dari Sumbernya di sela acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta Convention Center Senayan, yang ditayangkan dalam program Energy Corner, Kamis (20/8/2026).

Untuk merealisasikan target tersebut, Pertamina Geothermal Energy menjalankan strategi berupa akselerasi proyek-proyek yang sudah ada saat ini.

Fokus utama saat ini diarahkan pada penyelesaian proyek strategis seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Lumut Balai Unit 3 dan 4, serta pembuktian potensi cadangan di wilayah Gunung 3 dan Ulubelu.

"Kita punya pipeline-pipeline yang sangat jelas ya, terkait dengan pencapaian target, support, dan Green RUPTL itu salah satu bentuk support dari pemerintah kepada geothermal untuk bisa tumbuh berkembang dengan baik," imbuhnya.

Meskipun saat ini, pemanfaatan panas bumi di Indonesia baru mencapai 11% dari total cadangan sebesar 24 Giga Watt.

Pertamina Geothermal Energy berupaya mengurai hambatan investasi melalui inovasi bisnis di luar sektor kelistrikan atau beyond electricity, seperti pengembangan green hydrogen, direct use, hingga penyediaan listrik untuk kawasan industri hijau dan green data center.

"Masa depan geothermal itu tidak hanya diukur dari jumlah energi bersih atau listrik bersih yang kita hasilkan. Tetapi juga bisa membuat bisnis baru yang bermanfaat bagi bangsa dan negara," katanya.

Adapun, kinerja operasional perusahaan dilaporkan tetap stabil dengan tingkat faktor kapasitas pembangkit di atas 90%, yang telah memenuhi standar operasional perusahaan energi global.

Pertamina Geothermal Energy juga berkomitmen terhadap aspek keberlanjutan juga tercermin dari capaian peringkat Environmental, Social, and Governance nomor satu di dunia untuk kategori perusahaan publik di sektornya.

"Kita berhasil terbukti dengan ESG rating yang kita peroleh, kita nomor satu di Indonesia untuk public listed company, untuk ESG dengan skor 7.1 sustainability, negligible risk," tandas dari Sumbernya.

Tags

Terkini