TULUNGAGUNG - Hingga Juli 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk lewat Kantor Cabang Tulungagung telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sejumlah Rp741 miliar.
Dana sejumlah itu diberikan kepada lebih dari 15 ribu nasabah.
Besarnya aliran pembiayaan tersebut merupakan bukti bahwa ketersediaan modal bagi para penggiat UMKM terus dipacu, utamanya untuk usaha yang berkecimpung di bidang produktif.
Pgs Branch Office Head BRI Tulungagung, Agus Mirwan menuturkan, penyaluran KUR tersebut terbagi ke bermacam lini usaha.
Akan tetapi, bidang tani dan jual-beli menjadi kontributor paling besar dengan bagian lebih dari 50 persen dari seluruh penyaluran.
"Secara komposisi, penyaluran KUR di wilayah kerja Branch Office Tulungagung hingga Juli 2026 didominasi sektor pertanian dan perdagangan dengan porsi lebih dari 50 persen total penyaluran," kata Agus, Rabu 19 Agustus 2026.
Menurutnya, tingginya pembiayaan pada dua bidang itu membuktikan bahwa anggaran KUR sering digunakan untuk menyokong kegiatan usaha yang produktif serta mempunyai nilai tambah untuk perekonomian warga.
Tidak hanya mengincar nilai penyaluran, BRI pun berusaha memastikan anggaran yang diberikan betul-betul bisa membantu para pelaku usaha meningkatkan usahanya.
Dimulai dari meningkatkan kemampuan produksi, menguatkan modal kerja, hingga membuka potensi lapangan pekerjaan baru.
"Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan," ujarnya.
Agus menegaskan, sokongan BRI tidak berakhir seusai pinjaman cair.
Para peminjam pun memperoleh bimbingan usaha serta pemahaman keuangan supaya sanggup mengatur keuangan, sekaligus mengoperasikan bisnis secara lebih sehat dan terus berjalan.
Dengan jumlah penyaluran yang menyentuh Rp741 miliar, BRI Tulungagung memandang KUR tidak cuma sebagai sarana pembiayaan, namun juga sebagai alat untuk memacu UMKM naik level.
"Pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan," imbuh Agus.
Ke depannya, BRI Tulungagung berjanji mempertahankan fokus penyaluran KUR pada bidang-bidang produktif.
Harapannya, tiap rupiah pembiayaan yang dikucurkan dapat memberikan pengaruh nyata terhadap kemajuan usaha masyarakat.
"Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja, tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya," tegasnya.
BRI pun terus memacu pelaku UMKM supaya menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi.
Salah satunya dengan memakai bermacam platform dagang daring supaya cakupan pasar kian luas.
"Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online, sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas," urainya.
Besarnya aliran KUR tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pembiayaan UMKM tetap menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
Dengan ketersediaan modal yang kian gampang, pelaku usaha diharapkan tidak sekadar sanggup bertahan, melainkan juga bertumbuh, memperlebar usaha, serta menciptakan lapangan kerja.