MANADO - Pimpinan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut), Joko Supratikto, menyebutkan Pekan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Nasional (PQN) Sulut sukses merekam 250.000 transaksi lewat penggunaan QRIS.
"Selama PQN di Sulut, kami mengajak warga memakai sistem pembayaran digital yang aman dan cepat," kata Joko, di Manado, Rabu.
Dia menuturkan, pihaknya juga membantu para penggerak usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar dapat mengakses ekosistem keuangan berbasis digital.
"Kami mengedukasi prinsip aman bertransaksi lewat kampanye seperti kenali dan hindari penipuan," katanya lagi.
Sepanjang rangkaian agenda PQN tersebut, pihaknya mendata terdapat lebih dari 250 ribu transaksi QRIS.
"Perkembangan tersebut sejalan dengan posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu provinsi di Sulampua dengan tingkat adopsi digital yang tinggi," katanya pula.
Selama periode tujuh hari, ungkap dia, BI bersama rekan kerja strategis mengadakan bermacam acara untuk menaikkan pemahaman serta penerimaan warga terhadap digitalisasi sistem keuangan, seperti penyuluhan dan pendidikan literasi mengenai QRIS saat Tournament of Flowers di Tomohon, bincang-bincang mengenai transaksi digital pada Urban Digifest, serta penyuluhan di Festival Kuliner Kemerdekaan.
Selanjutnya, ungkap dia, pengalaman pengguna QRIS Antarnegara serta QRIS TAP pada UMKM EXPO dalam perhelatan Tomohon International Flower Festival, gamifikasi QRIS QUEST di Urban Digifest, serta pemanfaatan QRIS saat acara pemilihan Remaja Kreatif GPdI.
Berikutnya, ungkap dia, penambahan jangkauan digitalisasi transaksi pemerintah daerah, lewat peluncuran kanal QRIS untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Bitung serta pemberian dukungan insentif bagi pembayaran pajak melalui nontunai di Kabupaten Minahasa Utara.
Agenda Puncak Pekan QRIS (PQN) Nasional Sulut tahun 2026 yang dikaitkan dengan pelaksanaan Festival Kuliner Kemerdekaan itu akan terus berlangsung sampai tanggal 23 Agustus.
Peningkatan penggunaan QRIS yang cukup berarti ini pastinya tidak lepas dari kerja sama antara BI, pihak perbankan, serta masyarakat.