IHSG Koreksi 0,60% Jelang Keputusan BI Rate, TINS Jadi Incaran Asing

Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:51:41 WIB
IHSG turun 0,60%. ( sumber : net )

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebanyak 0,60 persen atau setara 38,63 poin menuju level 6.411,20 saat sesi pertama Rabu (19/8), setelah sebelumnya sempat dibuka dengan kenaikan 0,64 persen di pembukaan sesi.

Total nilai transaksi yang terjadi di seluruh pasar menyentuh angka Rp7,35 triliun, yang melibatkan aktivitas perdagangan sebanyak 21,43 miliar unit saham.

Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat mencapai 1,31 juta kali transaksi.

Sebagian besar indeks sektoral mengalami pelemahan, dengan sektor energi yang mencatatkan penurunan paling tajam mencapai 1,35 persen.

Hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau yaitu properti dan infrastruktur, dengan masing-masing kenaikan sebesar 1,51 persen serta 0,82 persen.

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) tercatat sebagai saham yang memiliki nilai transaksi terbanyak, masing-masing dengan total Rp423 miliar serta Rp388 miliar.

Akan tetapi harga saham INET tidak bergerak di angka Rp292 per unit, sedangkan KIJA melonjak hingga 10,2 persen menjadi Rp183 per unit.

Sesuai dengan informasi yang disampaikan dari Sumbernya, beberapa analis memprediksi IHSG kemungkinan memang akan bergerak sideways di perdagangan hari ini, dalam rangka menanti pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) edisi Agustus 2026.

Mayoritas konsensus pakar ekonomi yang disurvei Bloomberg memproyeksikan BI akan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di angka 5,75 persen, setelah pada bulan sebelumnya pun tidak mengubah tingkat BI Rate.

Di sisi lain, investor mancanegara pada perdagangan sesi pertama ini membukukan net sell atau penjualan bersih mencapai Rp371,31 miliar, setelah pada perdagangan Selasa (18/8) sebelumnya juga mencatatkan net sell senilai Rp355,17 miliar.

Jika ditinjau dari sisi volume, net sell asing pun mencapai 901,2 juta unit.

Berikut ini perincian 5 Saham dengan Penjualan Bersih Asing Tertinggi serta Pembelian Bersih Asing Tertinggi di sesi pertama:

Daftar Penjualan Bersih Asing (Net Foreign Sell) PT Astra International Tbk (ASII) - Rp49,01 miliar

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) - Rp41,34 miliar

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Rp39,62 miliar

PT Indosat Tbk (ISAT) - Rp35,45 miliar

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) - Rp28,19 miliar

Daftar Pembelian Bersih Asing (Net Foreign Buy) PT Timah Tbk (TINS) - Rp109,19 miliar

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp61,80 miliar

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp11,08 miliar

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) - Rp7,98 miliar

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) - Rp7,79 miliar

Tags

Terkini