Presiden Prabowo Bakal Hadiri Akad Massal 62.000 KPR Subsidi Nasional

Senin, 27 Juli 2026 | 11:01:14 WIB
Diskominfo Batang. ( sumber : net )

KABUPATEN BATANG - Wilayah Kabupaten Batang bersiap menjadi salah satu titik pusat penyelenggaraan akad massal Kredit Pemilikan Rumah subsidi beserta Kredit Usaha Rakyat Perumahan berskala nasional.

Pimpinan tertinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia dijadwalkan menghadiri acara tersebut di kawasan Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, pada Kamis 30 Juli 2026.

Membawa tema “Hunian Berkualitas Menuju Indonesia Sejahtera”, agenda ini merupakan gagasan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Acara tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperluas jangkauan masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak sekaligus merangsang pembiayaan perumahan yang lebih terjangkau.

Petinggi lembaga tersebut menyampaikan bahwa akad massal periode ini adalah kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya diselenggarakan di Cileungsi, Jawa Barat, pada September 2025 serta Serang, Banten, pada Desember 2025.

“Pada pelaksanaan tahun ini, jumlah penerima manfaat kembali meningkat sehingga menjadi salah satu kegiatan terbesar dalam sejarah penyaluran pembiayaan rumah subsidi di Indonesia,” kata dari Sumbernya saat dihubungi, Jumat (24/7/2026).

Berdasarkan keterangan dari Sumbernya, sebanyak 62.000 akad kredit rumah subsidi dan KUR perumahan akan dilangsungkan secara serentak dengan total anggaran pembiayaan sekitar Rp880 miliar.

Pelaksanaan akad dikerjakan di lebih dari 100 lokasi yang tersebar pada 36 provinsi lewat kolaborasi bersama 36 bank penyalur mitra Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat.

Dari total tersebut, sebanyak 200 calon debitur kredit subsidi serta 200 debitur KUR perumahan akan mengikuti prosesi akad secara langsung di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang.

Sementara itu, sebanyak 61.800 debitur lain mengikuti kegiatan secara daring dari berbagai wilayah di Indonesia.

Petinggi tersebut menyatakan bahwa penerima manfaat program berasal dari beragam latar belakang profesi.

Mereka meliputi pekerja berpenghasilan tetap maupun tidak tetap, pengemudi ojek daring, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, pemuka agama, asisten rumah tangga, anggota Tentara Nasional Indonesia serta Kepolisian Republik Indonesia, hingga pelaku usaha kecil.

“Peserta yang menerima manfaat berasal dari berbagai profesi, baik pekerja berpenghasilan tetap maupun tidak tetap,” ujarnya.

Dalam agenda itu, Presiden diagendakan menyerahkan secara simbolis kunci kediaman kepada 10 penerima manfaat yang mewakili peserta kredit subsidi serta KUR perumahan.

Kepala negara juga direncanakan meninjau kawasan pemukiman, berinteraksi bersama penghuni, serta menyapa peserta akad massal yang mengikuti acara secara langsung maupun virtual.

Petinggi tersebut menuturkan bahwa berbagai persiapan terus dimatangkan demi memastikan kelancaran penyelenggaraan agenda nasional tersebut.

Koordinasi dijalankan bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, jajaran kepresidenan, pemerintah daerah, perbankan penyalur, serta asosiasi pengembang perumahan.

Menurutnya, kehadiran Presiden dalam kegiatan tersebut menjadi wujud keprihatinan sekaligus perhatian pemerintah terhadap penyediaan hunian pertama bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

“Ini menjadi bukti bahwa pemerintah memberikan perhatian besar terhadap penyediaan hunian pertama bagi masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya.

Hingga 23 Juli 2026, lembaga pengelola tabungan perumahan mencatat penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan telah mencapai 111.537 unit rumah dengan total nilai pembiayaan sekitar Rp13,874 triliun.

Penerima manfaat pembiayaan tersebut mayoritas berasal dari kalangan pekerja swasta sebesar 63,88 persen.

Berikutnya, wiraswasta menyumbang 17,26 persen, aparatur sipil negara, Tentara Nasional Indonesia, serta Kepolisian Republik Indonesia sebesar 9,81 persen, dan kelompok profesi lain sebesar 9,05 persen.

Penetapan Perumahan Puri Delta City Side sebagai lokasi utama pelaksanaan agenda nasional tersebut dinilai mempunyai dasar strategis.

Kawasan hunian yang dibangun oleh perusahaan pengembang swasta tersebut berdiri di atas lahan seluas sekitar 13 hektare dengan potensi perluasan hingga 1.219 unit rumah.

Kini, sekitar 200 unit rumah telah tuntas dibangun dan 150 unit di antaranya sudah dihuni masyarakat.

Pengembang yang bernaung di bawah asosiasi pengembang perumahan rakyat tersebut juga disebut aktif menyokong program penyediaan rumah subsidi pemerintah di Jawa Tengah.

“Pelaksanaan akad massal kredit subsidi dan KUR perumahan di Batang diharapkan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, tetapi juga memberikan dampak terhadap pertumbuhan sektor perumahan dan perekonomian daerah,” tandasnya.

Terkini