Dampak Kenaikan BI Rate Baru Terasa Pada Bunga Deposito

Rabu, 22 Juli 2026 | 11:23:44 WIB
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 100 basis poin sejak awal 2026 dinilai belum sepenuhnya ditransmisikan ke bunga kredit perbankan.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI Hery Gunardi mengatakan, kenaikan BI Rate saat ini baru mendorong penyesuaian bunga deposito karena instrumen tersebut paling sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Menurut dari Sumbernya, bunga deposito lebih cepat menyesuaikan perubahan suku bunga acuan lantaran menjadi salah satu instrumen yang paling kompetitif dalam penghimpunan dana masyarakat.

"Kalau suku bunga tinggi itu yang meningkat pricing-nya hanya deposito.

Deposito itu tergantung dari bank masing-masing yang jumlah struktur pendanaannya kan beda-beda," ujar Hery saat ditemui di Gedung BRI 1, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Hery menjelaskan, penyesuaian pricing terutama terjadi pada deposito, sedangkan bunga giro dan tabungan relatif tidak mengalami perubahan.

Sebab, struktur pendanaan BRI yang didominasi dana murah atau current account saving account membuat tekanan kenaikan biaya dana relatif lebih terbatas dibandingkan bank yang porsi pendanaannya lebih banyak berasal dari deposito.

"Seperti BRI kan tabungannya besar sekali.

Kemudian giro.

Giro dan tabungannya enggak ikut naik.

Yang naik kan deposito yang memang sensitif terhadap pricing," kata Hery.

Meski biaya dana meningkat, Hery mengatakan bank tidak bisa serta-merta menyesuaikan pricing kredit.

Menurut dari Sumbernya, terdapat jeda waktu sekitar tiga hingga empat bulan sebelum kenaikan cost of fund ditransmisikan ke bunga kredit.

"Kan enggak bisa semerta-merta.

Hari ini naik, suku bunga langsung naik, enggak.

Mungkin itu ada lag time tiga sampai empat bulan," ucapnya.

Hery juga menilai kondisi likuiditas perbankan saat ini masih cukup baik sehingga belum terlihat adanya persaingan agresif dalam penawaran bunga deposito.

Termasuk pada kelompok bank dengan modal inti I dan II yang dikabarkan mulai bersaing menaikkan bunga deposito.

"Sampai hari ini saya enggak melihat itu.

Karena likuiditas kan dengan tidak ditariknya dana SAL lebih bagus," tukas dari Sumbernya.

Sementara itu, mengenai target penyaluran kredit BRI di tengah tingginya suku bunga, Hery memastikan perseroan belum mengubah Rencana Bisnis Bank yang telah ditetapkan.

Terkini