JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih akan berada dalam fase konsolidasi pada sesi perdagangan hari Kamis, 16 Juli 2026.
Sebelumnya, dikutip dari Investor Daily, IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,04 persen di level 6.041,9 pada perdagangan Rabu, 15 Juli 2026.
Pada hari yang sama, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga ditutup menguat 0,13 persen ke posisi Rp 18.091 per dolar AS, mencatatkan kenaikan tertinggi dibanding mata uang Asia lainnya.
Namun, laju penguatan indeks tertahan oleh harga minyak mentah dunia yang masih menunjukkan kecenderungan menguat.
Phintraco Sekuritas dalam ulasannya menjelaskan bahwa secara teknikal pergerakan indeks masih bertahan di atas level MA20.
Meski begitu, indikator Stochastic RSI dilaporkan telah memasuki area jenuh beli atau overbought.
"Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level MA20, namun Stochastic RSI sudah berada di area overbought. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan berkondolidasi di kisaran 6.000-6.125," tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Rabu (15/7/2026).
Di sisi lain, MNC Sekuritas memprediksi IHSG memiliki peluang untuk bergerak menguat dengan menguji rentang level 6.137 hingga 6.254.
Para pelaku pasar juga disarankan untuk mencermati area koreksi terdekat indeks yang diperkirakan berada pada rentang 5.974 sampai 6.020.
MNC Sekuritas memberikan rekomendasi beberapa saham yang dapat dicermati untuk aktivitas trading pada Kamis, 16 Juli 2026, antara lain BBRI, BULL, BUMI, dan TINS.