Simulasi Cicilan KUR BNI 2026 untuk Modal Usaha

Selasa, 14 Juli 2026 | 14:52:40 WIB
Ilustrasi bank BNI. (Sumber: NET)

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk membantu para pemilik bisnis melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). BNI menyediakan pembiayaan investasi serta modal kerja lewat program ini guna membantu pengembangan usaha mikro.

Berdasarkan aturan paling anyar, pelaku UMKM dapat memperoleh fasilitas KUR Mikro dengan limit Rp10 juta sampai Rp100 juta. Bunga yang dibebankan terhitung ringan, yakni maksimal sebesar enam persen per tahun.

Berikut adalah simulasi angsuran KUR BNI dengan bunga efektif enam persen setiap tahunnya:

Plafon Rp10 juta

12 bulan: Rp860.664 per bulan.

24 bulan: Rp443.206 per bulan.

36 bulan: Rp304.219 per bulan.

48 bulan: Rp234.850 per bulan.

60 bulan: Rp193.328 per bulan.

Plafon Rp50 juta

12 bulan: Rp4.303.321 per bulan.

24 bulan: Rp2.216.031 per bulan.

36 bulan: Rp1.521.097 per bulan.

48 bulan: Rp1.174.251 per bulan.

60 bulan: Rp966.640 per bulan.

Plafon Rp100 juta

12 months: Rp8.606.643 per bulan.

24 bulan: Rp4.432.061 per bulan.

36 bulan: Rp3.042.194 per bulan.

48 bulan: Rp2.348.503 per bulan.

60 bulan: Rp1.933.280 per bulan.

Ada sejumlah kriteria tanpa agunan yang wajib dipenuhi oleh calon nasabah sebelum mengajukan pinjaman ini. Pemohon harus merupakan WNI dengan usia paling rendah 21 tahun serta memiliki bisnis yang aktif minimal enam bulan.

Calon debitur juga tidak boleh sedang berjalan menikmati Kredit Produktif atau Kredit Program non-KUR dari perbankan maupun perusahaan pembiayaan lain. Selain itu, nama pemohon bersih dari catatan pembiayaan macet di SLIK OJK.

Fasilitas pengajuan ini tetap dapat diproses sekalipun pemohon mempunyai KPR atau KKB untuk keperluan produktif. Syaratnya, status pembayaran kartu kredit jaminan tersebut wajib berada dalam posisi lancar.

Pendaftar juga diharuskan menyiapkan beberapa berkas administrasi agar tahapan verifikasi berjalan lancar. Berkas tersebut mencakup fotokopi KTP elektronik atau surat keterangan pengganti, beserta Kartu Keluarga.

Pemohon wajib menyertakan NIB atau berkas legalitas usaha sejenis seperti SIUP, TDP, SITU, HO, maupun surat keterangan dari kelurahan setempat. Berkas agunan hanya dibutuhkan untuk pinjaman di atas Rp100 juta, sementara NPWP wajib disertakan bagi plafon di atas Rp50 juta.

Masyarakat bisa memilih dua jalur pendaftaran yang disediakan, salah satunya adalah pengajuan secara daring. Calon debitur cukup membuka tautan resmi eform.bni.co.id, mencentang kolom persetujuan syarat, lalu memilih opsi "Lanjutkan".

Lengkapi seluruh kolom identitas diri serta profil operasional usaha pada sistem digital tersebut, kemudian tunggu respons dari bank. Petugas BNI nantinya mendatangi tempat operasional usaha guna melangsungkan sesi wawancara bisnis.

Proses peninjauan berkas ini umumnya memakan waktu antara tiga sampai tujuh hari kerja. Jika permohonan lolos verifikasi, pemohon akan dihubungi oleh pihak bank untuk melakukan penandatanganan berkas akad kredit.

Metode kedua yang dapat dicoba adalah dengan mendatangi langsung jaringan kantor cabang BNI terdekat sesuai domisili. Pastikan untuk membawa seluruh dokumen persyaratan seperti identitas diri, Kartu Keluarga, serta surat keterangan usaha.

Isi formulir pengajuan pembiayaan usaha secara lengkap yang diberikan oleh petugas di lokasi bank. Jalani seluruh tahapan pemeriksaan berkas serta sesi tanya jawab sesuai ketentuan baku perbankan.

Apabila permohonan disetujui, tahapan berikutnya adalah melakukan penandatanganan kontrak perjanjian sebelum dana pinjaman dicairkan ke rekening.

Terkini