JAKARTA – Kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di Bank Central Asia (BCA) bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin, 6 Juli 2026. Berdasarkan pergerakan pasar menjelang akhir pekan, rupiah masih tertahan di level Rp17.963 per dolar AS.
Pergerakan nilai tukar ini menjadi perhatian bagi nasabah yang ingin melakukan transaksi valuta asing di awal pekan. Volatilitas tinggi dalam sepekan terakhir menunjukkan tekanan besar terhadap mata uang nasional terhadap dolar AS.
Pada Kamis, 2 Juli 2026, rupiah sempat ditutup melemah di pasar spot ke Rp17.995 per dolar AS. Namun, pada Jumat 3 Juli 2026, rupiah kembali menguat 43 poin atau 0,24 persen ke Rp17.952 per dolar AS, seiring melemahnya indeks dolar AS ke level 101,838.
Hingga akhir pekan, rupiah bertahan fluktuatif di Rp17.963 per dolar AS, termasuk pada Sabtu 4 Juli 2026 dan Minggu 5 Juli 2026 menjelang pembukaan pasar awal pekan.
Rangkuman pergerakan rupiah terhadap dolar AS pekan ini:
- Kamis, 2 Juli 2026: Rp17.995 (penutupan pasar spot)
- Jumat, 3 Juli 2026: Rp17.952 (pembukaan pasar spot)
- Sabtu, 4 Juli 2026: Rp17.963 (pantauan akhir pekan)
- Minggu, 5 Juli 2026: Rp17.963 (fluktuatif menjelang awal pekan)
Nasabah BCA dapat melakukan transaksi valas melalui e-Rate, TT Counter, maupun Bank Notes. Perubahan kurs terjadi secara real-time mengikuti dinamika pasar global dan domestik, sehingga pemantauan berkala tetap diperlukan.
Pergerakan rupiah yang masih fluktuatif ini menunjukkan pasar terus mencermati rilis data ekonomi terbaru, dengan faktor global maupun domestik yang diperkirakan menjadi penggerak utama nilai tukar ke depan.