JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mencoba break resistance di level 5.900–5.950 dengan target kenaikan ke 6.000–6.150 pada perdagangan Senin 6 Juli 2026. Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan support IHSG berada di kisaran 5.780–5.850 dan resistance di 5.950–6.000.
Pada perdagangan Jumat 3 Juli 2026, IHSG ditutup naik 2,28 persen meski masih disertai net sell asing sebesar Rp16,6 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing antara lain BBRI, MAPI, TPIA, EMAS, dan ISAT.
Sentimen global turut memengaruhi pergerakan pasar. Indeks Dow Jones mencetak rekor all time high setelah data tenaga kerja AS melemah dari perkiraan sehingga memunculkan harapan The Fed menahan kenaikan suku bunga. Sementara Nasdaq melemah akibat aksi jual saham semikonduktor. Bursa Asia pada Jumat lalu juga kompak menguat, dipimpin Nikkei 225 Jepang naik 1,47 persen dan Kospi Korea Selatan melesat 5,76 persen.
- BNI Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham sebagai trading idea hari ini:
- BMRI speculative buy area beli Rp3.970–4.000, cutloss di bawah Rp3.970, target dekat Rp4.030–4.100
- TINS speculative buy area beli Rp3.400–3.430, cutloss di bawah Rp3.380, target dekat Rp3.470–3.520
- BUMI speculative buy area beli Rp137–139, cutloss di bawah Rp135, target dekat Rp141–145
- BRMS speculative buy area beli Rp490–498, cutloss di bawah Rp486, target dekat Rp505–520
- BFIN speculative buy area beli Rp740–745, cutloss di bawah Rp735, target dekat Rp755–765
- KOTA buy if break Rp89, target dekat Rp91–97, cutloss di bawah Rp86
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik yang membaik, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan, meski volatilitas pasar tetap perlu diwaspadai.