IHSG Konsolidasi, Broker Tetap Rekomendasikan Saham Potensial Hari Ini

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:59:07 WIB
Ilustrasi Grafik Saham (sumber gambar: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026 dibuka melemah. Hingga pukul 09.10, indeks kehilangan 53,04 poin atau 0,85% ke level 6.167.

Bursa Asia bergerak variatif. KOSDAQ, Hang Seng, dan Straits Times melemah, sementara NIKKEI 225, Topix, TW Weighted Index, CSI 300, KOSPI, PSEi, Shenzhen Comp., dan Shanghai Composite menguat.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia mencatat volume 3,43 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,89 triliun dan frekuensi 253.728 kali. Sebanyak 200 saham menguat, 325 melemah, dan 177 stagnan.

BRI Danareksa Sekuritas menilai aksi profit taking dan sikap wait and see investor mendominasi pasar menjelang keputusan Bank Indonesia yang diproyeksikan menaikkan BI Rate 25 bps menjadi 5,75%. “Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak melemah terbatas dan cenderung konsolidatif dengan area support 6.071–5.931 dan resistance 6.300–6.350,” tulis riset BRI Danareksa. Saham pilihan hari ini adalah NCKL, MDKA, dan SMIL.

Phintraco Sekuritas menyoroti indikasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve untuk meredam inflasi. Median proyeksi suku bunga 2026 naik ke 3,8% dari 3,4% pada Maret. 

“Secara teknikal, MACD IHSG berlanjut membentuk pelebaran histogram positif. Namun Stochastic RSI membentuk death cross di area overbought,” tulis riset Phintraco. Saham pilihan adalah MAPI, MSIN, JSMR, HEAL, dan ESSA.

CGS International Sekuritas memaparkan, pelemahan Wall Street, aksi jual investor asing, dan melemahnya rupiah menjadi sentimen negatif, sementara kenaikan harga komoditas berpeluang menjadi sentimen positif. “IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.110–6.000 dan resistance 6.330–6.445,” tulis riset CGS. Saham pilihan adalah BBRI, TLKM, MYOR, HRTA, ADRO, dan TINS.

Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG bisa lanjut menguat didorong tensi geopolitik yang membaik, rupiah stabil, masuknya dana asing, serta kebijakan pemeoleh rintah yang positif. Saham pilihan Panin adalah AKRA, TCPI, dan MAPI.

Terkini