Pasar Saham Tertekan 12 Emiten Masuki Cum Dividen Hari Ini 4 Juni 2026

Kamis, 04 Juni 2026 | 11:00:54 WIB
Ilustrasi Pasar Saham (sumber foto: NET)

Pasar saham di Bursa Efek Indonesia kembali menghadapi tekanan signifikan pada awal Juni 2026. Meski begitu, investor memiliki peluang untuk mengantongi pendapatan investasi melalui pembayaran dividen tunai. Hari ini, Kamis (4/6/2026), menjadi jadwal cum dividen bagi 12 emiten.

Cum dividen merupakan periode terakhir bagi suatu saham untuk mengandung hak dividen. Investor yang ingin mendapatkan hak tersebut wajib membeli saham paling lambat pada saat cum dividen dan mempertahankannya hingga tanggal pencatatan.

Sejumlah emiten yang dijadwalkan melaksanakan cum dividen pada 4 Juni 2026 mencakup berbagai sektor seperti perusahaan sawit, batubara, hingga gas. Berikut adalah daftar 12 saham yang memasuki cum dividen pada 4 Juni 2026:

AADI: US$ 0,02568 per saham

BISI: Rp 26 per saham

EKAD: Rp 9 per saham

GJTL: Rp 80 per saham

INCI: Rp 20 per saham

MAHA: Rp 12 per saham

NRCA: Rp 40 per saham

PGAS: Rp 125,61 per saham

PSGO: Rp 6 per saham

SMAR: Rp 270 per saham

SMCB: Rp 36,52 per saham

TAPG: Rp 91 per saham

Daya tarik utama saham dividen biasanya terlihat dari dividend yield. Beberapa emiten menawarkan potensi imbal hasil di atas rata-rata pasar yang berada di kisaran 3 persen hingga 5 persen. Saham PGAS menjadi sorotan karena mengalokasikan sekitar 80 persen laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen tunai. Berdasarkan harga saham PGAS di level Rp 1.780 per saham pada perdagangan 3 Juni 2026, estimasi dividend yield PGAS mencapai sekitar 7,05 persen.

Musim pembagian dividen memang dapat menjadi sentimen positif bagi pasar. Namun, faktor arus dana asing, rebalancing MSCI dan FTSE, serta pergerakan rupiah tetap menjadi penentu dominan arah Indeks Harga Saham Gabungan.

Investor diingatkan agar tidak tergiur membeli saham hanya karena mendekati masa cum date. Harga saham umumnya berpotensi turun saat ex-date setidaknya sebesar nilai dividen teoretis. Investor disarankan memilih saham dengan fundamental kuat, likuiditas baik, serta rekam jejak pembagian dividen yang konsisten.

Untuk strategi jangka pendek, investor disarankan membeli saham incaran sekitar dua minggu hingga tujuh hari sebelum cum date. Di sisi lain, investor diminta mewaspadai potensi dividend trap, terutama pada saham dengan prospek bisnis melemah namun menawarkan dividend yield tinggi.

Terkini