JAKARTA – Pilihan memiliki rumah kini tidak lagi terasa sejauh dulu, terutama ketika berbagai skema pembiayaan mulai dirancang lebih fleksibel mengikuti kebutuhan masyarakat. Di tengah kondisi harga properti yang terus bergerak, kehadiran program KPR dengan bunga ringan menjadi perhatian tersendiri.
Kesempatan itu terlihat dalam gelaran BRI x REI Expo 2026 yang digelar untuk menjawab kebutuhan hunian sekaligus pembiayaan. Pameran ini menjadi ruang pertemuan antara calon pembeli rumah dan berbagai pilihan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ditawarkan.
Acara tersebut berlangsung di Mall Ratu Indah, Makassar, dan menjadi salah satu momentum yang cukup dinantikan. Terutama bagi masyarakat yang ingin mencari rumah dengan dukungan pembiayaan yang lebih ringan dan terstruktur.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) menghadirkan berbagai program KPR dengan bunga kompetitif dalam pameran ini. Skema yang ditawarkan dirancang untuk menyesuaikan kemampuan finansial, baik bagi pembeli rumah pertama maupun yang ingin berinvestasi properti.
Dalam pameran tersebut, pengunjung diberikan keleluasaan memilih jenis suku bunga sesuai kebutuhan. Pilihan ini menjadi penting karena menentukan besaran cicilan dalam jangka waktu tertentu.
Salah satu skema yang ditawarkan adalah suku bunga fix yang memberikan kepastian angsuran di awal masa pinjaman. Skema ini biasanya dipilih oleh mereka yang menginginkan stabilitas keuangan tanpa perubahan cicilan di tahun-tahun awal.
Untuk kategori ini, tersedia bunga 1,75 persen dengan fixed satu tahun dan minimal tenor lima tahun. Selain itu, ada juga pilihan 2,65 persen fixed tiga tahun dengan minimal tenor 15 tahun.
Pilihan lain mencakup bunga 3,75 persen fixed tiga tahun dengan tenor minimal lima tahun. Sementara itu, terdapat pula opsi 3,40 persen fixed lima tahun dengan minimal tenor 15 tahun serta 4,50 persen fixed 10 tahun dengan minimal tenor 10 tahun.
Selain bunga tetap, BRI juga menyediakan skema bunga berjenjang yang memberikan keringanan di awal masa kredit. Skema ini biasanya dipilih oleh nasabah yang ingin menyesuaikan cicilan dengan proyeksi peningkatan penghasilan di masa depan.
Untuk tenor 10 tahun, bunga ditetapkan sebesar 2,95 persen pada tahun pertama hingga ketiga. Kemudian meningkat menjadi 6,95 persen pada tahun keempat hingga keenam, dan 8,95 persen pada tahun ketujuh hingga kesepuluh.
Sementara itu, untuk tenor 15 tahun, pola bunga awal tetap sama hingga tahun ketiga. Setelah itu naik bertahap hingga mencapai 8,95 persen hingga akhir masa kredit.
Pilihan tenor 20 tahun memberikan skema yang lebih panjang dengan kenaikan bertahap. Setelah fase awal 2,95 persen dan 6,95 persen, bunga akan naik menjadi 8,95 persen hingga tahun ke-15 dan 10,50 persen pada tahun ke-16 hingga ke-20.
Dalam konteks pembiayaan rumah, fleksibilitas seperti ini menjadi salah satu pertimbangan penting. Terutama bagi masyarakat yang ingin menjaga keseimbangan antara cicilan dan kebutuhan hidup lainnya.
Tidak hanya menawarkan bunga KPR yang kompetitif, BRI juga memberikan berbagai keuntungan tambahan selama pameran berlangsung. Insentif ini ditujukan untuk meringankan beban biaya awal yang biasanya cukup besar dalam proses pembelian rumah.
Selama periode pameran, pengunjung bisa mendapatkan fasilitas bebas biaya provisi. Hal ini secara langsung mengurangi pengeluaran awal saat pengajuan kredit dilakukan.
Selain itu, biaya administrasi juga dibebaskan selama event berlangsung. Kebijakan ini memberikan kemudahan tambahan bagi calon debitur yang ingin segera merealisasikan pembelian rumah.
Menariknya, tersedia pula program voucher belanja sebagai bentuk apresiasi bagi pembeli. Sebanyak 15 orang pertama yang melakukan pembelian unit melalui BRI KPR berkesempatan mendapatkan voucher hingga Rp1 juta.
Program ini berlaku hingga 3 Mei 2026 untuk pembelian dalam event. Sementara itu, keseluruhan program KPR masih bisa diakses hingga 30 Juni 2026.
Melihat rangkaian penawaran tersebut, pameran ini tidak sekadar menjadi ajang promosi. Ada upaya untuk menghadirkan solusi nyata dalam kepemilikan rumah melalui skema pembiayaan yang lebih mudah dijangkau.
Bagi masyarakat di Makassar dan sekitarnya, momentum ini menjadi peluang yang patut dipertimbangkan. Terutama bagi mereka yang telah lama merencanakan pembelian hunian namun terkendala biaya awal dan bunga KPR.
Pada akhirnya, keputusan membeli rumah tetap kembali pada kesiapan finansial masing-masing. Namun dengan adanya pilihan bunga KPR rendah dan berbagai insentif, langkah menuju rumah impian terasa lebih realistis untuk dicapai.