Peluang Penggunaan APBN untuk Setoran Awal Rekening Massal Warga

Peluang Penggunaan APBN untuk Setoran Awal Rekening Massal Warga
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Sunter. ( sumber : net )

JAKARTA - Pihak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan adanya potensi pemanfaatan instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna membiayai setoran awal saldo pada rekening perbankan baru bagi penduduk luas.

Agenda pembuatan rekening perbankan tersebut diinisiasi atas dasar instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Kepala negara menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bersama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) untuk mengemban tugas sebagai lembaga penyedia rekening bagi rakyat.

Purbaya menyebutkan bahwa opsi pendanaan saldo awal dari kantong APBN sangat terbuka untuk direalisasikan.

Berdasarkan kalkulasinya, beban anggaran yang diperlukan untuk menyokong program tersebut tergolong dalam skala yang tidak terlalu masif.

“Mungkin ya.

Kan kalau Rp 50.000 kali sekian saya, enggak banyak-banyak amat lah kalau saya lihat,” kata Purbaya ditemui di kantor Kementerian Keuangan pada Rabu (9/9/2026).

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pos pembiayaan tersebut bisa diambil dari alokasi cadangan anggaran belanja pemerintah pusat.

“Cadangan belanja pemerintah ada, selalu ada.

Saya lihat masih masuk,” jelasnya.

Sebelumnya, jajaran pemerintah pusat telah merancang alokasi dana senilai kira-kira Rp 11 triliun guna memfasilitasi proyek pembuatan rekening bank secara massal bagi khalayak umum.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa sasaran program ini menjangkau lebih dari 200 juta jiwa penduduk dengan nominal saldo perdana sebesar Rp 50 ribu per masing-masing akun rekening.

Airlangga memastikan bahwa sumber pendanaan program dipastikan bersumber penuh dari struktur APBN.

Kendati demikian, pihak pemerintah belum memutuskan secara final apakah seluruh kebutuhan dana akan dibebankan pada APBN Tahun Anggaran 2026 atau sebagiannya digeser ke alokasi APBN 2027.

"Dari APBN.

Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta (dollar AS) atau sekitar Rp 11 triliun lah," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index