Rupiah Berbalik Menguat ke Rp 17.632 Per Dollar AS, Ini Katalisnya

Rupiah Berbalik Menguat ke Rp 17.632 Per Dollar AS, Ini Katalisnya
Ilustrasi nilai tukar kurs rupiah dan dollar AS. ( sumber : net )

JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat pada perdagangan Selasa (8/9/2026).

Mata uang garuda menyentuh Rp 17.632 per dollar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah menguat 8 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada pada Rp 17.640 per dollar AS.

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia mencapai 146,5 miliar dollar AS pada akhir Agustus 2026.

Posisi ini meningkat dibandingkan akhir Juli 2026 yang sebesar 145,3 miliar dollar AS.

Kenaikan cadangan devisa terutama didorong oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Selain itu, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI turut memengaruhi posisi cadangan devisa di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

“Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” ujar Ibrahim.

Posisi itu berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya sekitar tiga bulan impor.

Cadangan devisa dinilai mampu menopang ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia.

Ke depan, ia meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap terjaga.

Keyakinan didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta potensi aliran masuk modal asing.

Persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang masih menarik juga dapat menjadi faktor pendukung masuknya modal asing ke Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index