JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah mengalami penguatan terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) tatkala penutupan sesi perdagangan hari Selasa (8/9/2026).
Kenaikan nilai rupiah tersebut beriringan dengan naiknya cadangan devisa (cadev) Republik Indonesia pada pengujung bulan Agustus 2026.
Mata uang rupiah ditutup pada posisi Rp17.632 per dolar AS, yang berarti menguat sebanyak 8 poin atau setara dengan 0,05 persen apabila disandingkan dengan hasil penutupan perdagangan sebelumnya di angka Rp17.640 per dolar AS.
Ibrahim Assuabi selaku analis pasar uang menuturkan bahwa apresiasi rupiah ini utamanya dipicu oleh posisi cadangan devisa nasional yang senantiasa menanjak.
“Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia mencapai 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026, naik dibandingkan posisi pada akhir Juli 2026 yang sebesar 145,3 miliar dolar AS,” ujar dari Sumbernya.