HBA September 2026: Harga Batu Bara Kalori Tinggi Naik, yang Rendah Justru Kian Merosot

HBA September 2026: Harga Batu Bara Kalori Tinggi Naik, yang Rendah Justru Kian Merosot

FINANSIALFOKUS.COM — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mematok harga batu bara acuan (HBA) kalori tertinggi 6.322 kcal/kg GAR pada level USD126,87 per ton untuk periode 1-15 September 2026. Angka ini naik tipis dibandingkan patokan paruh kedua Agustus yang sebesar USD124,06 per ton. Kenaikan ini menjadi angin segar bagi perusahaan tambang yang memproduksi batu bara spesifikasi premium, karena berpotensi menaikkan margin penjualan mereka.

Nasib berbeda dialami produsen batu bara kalori menengah dan rendah. Untuk batu bara dengan nilai kalori 5.300 kcal/kg GAR, pemerintah menetapkan harga USD95,05 per ton, turun dari posisi USD96,92 per ton. Sementara itu, HBA untuk kalori 4.100 kcal/kg GAR turun ke USD65,06 per ton dari sebelumnya USD65,81 per ton.

Kalori Paling Rendah Terpukul Paling Dalam

Penurunan paling signifikan terjadi pada batu bara kalori 3.400 kcal/kg GAR. Patokan harga jenis ini merosot dari USD45,34 per ton menjadi USD44,15 per ton. Ini menjadi ujian berat bagi tambang-tambang kecil yang mengandalkan batu bara kalori rendah, mengingat biaya produksi mereka kerap lebih tinggi dibandingkan perusahaan besar yang sudah efisien.

Fluktuasi harga ini mencerminkan dinamika permintaan global yang sedang timpang. Batu bara kalori tinggi masih dicari untuk memenuhi kebutuhan industri di negara maju, sementara batu bara kalori rendah menghadapi tekanan besar karena melimpahnya pasokan dari berbagai negara produsen.

Mengapa Harga Patokan Ini Penting?

HBA bukan sekadar angka statistik. Patokan ini menjadi dasar perhitungan royalti yang wajib dibayar pengusaha tambang kepada negara, sekaligus acuan harga jual batu bara untuk kebutuhan dalam negeri—termasuk pasokan ke pembangkit listrik PLN. Dengan kata lain, setiap pergerakan HBA akan berdampak langsung pada penerimaan negara dan juga biaya produksi listrik yang dinikmati masyarakat luas.

Penetapan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri ESDM Nomor 72 Tahun 2025 tentang pedoman harga patokan penjualan mineral dan batu bara. Kini, pemerintah membedakan HBA menjadi empat kategori berdasarkan tingkat kalori untuk memberikan harga yang lebih presisi sesuai kualitas batu bara di lapangan.

--- Rincian HBA Periode Pertama September 2026: - HBA (6.322 GAR): USD126,87 per ton—naik dari USD124,06 - HBA I (5.300 GAR): USD95,05 per ton—turun dari USD96,92 - HBA II (4.100 GAR): USD65,06 per ton—turun dari USD65,81 - HBA III (3.400 GAR): USD44,15 per ton—turun dari USD45,34 Dengan kurs estimasi Rp16.000 per dolar AS, harga batu bara kalori tertinggi saat ini setara dengan Rp2,02 juta per ton, sementara kalori terendah hanya dibanderol sekitar Rp706 ribu per ton. Selisih harga yang lebar ini menegaskan bahwa industri batu bara Indonesia kini berjalan dalam dua dunia yang berbeda—satu yang menikmati keuntungan di pasar global, dan satu lagi yang harus berjuang keras untuk sekadar bertahan di tengah lesunya permintaan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index