Subsidi BBM Malaysia Kembali Naik, Begini Detail Kuota dan Harga per Liter

Subsidi BBM Malaysia Kembali Naik, Begini Detail Kuota dan Harga per Liter

FINANSIALFOKUS.COM — Keputusan ini diumumkan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di tengah upaya meringankan biaya hidup masyarakat. Sebelumnya, kuota sempat dipangkas 100 liter per bulan saat harga minyak global melonjak akibat perang Amerika Serikat versus Iran.

Kementerian Keuangan Malaysia (MOF) menyatakan penerima subsidi yang sudah terdaftar tidak perlu mengajukan ulang. Penambahan kuota berlaku otomatis, sementara pengajuan baru untuk tambahan jatah diesel dapat dilakukan melalui portal BudiMadani.gov.my.

Jatah RON95 Kembali 300 Liter, Diesel Bisa Sampai 400 Liter

Untuk pemilik kendaraan pribadi, kuota Budi95 kembali ke level 300 liter per bulan. Adapun pemilik truk pikap dan jeep yang memenuhi syarat mendapatkan jatah Budi Diesel hingga 400 liter per bulan—termasuk tambahan 100 liter yang bisa diajukan secara terpisah.

Anwar menyebut program ini kini menjangkau 16 juta pengguna RON95 bersubsidi. Lebih dari 700.000 orang juga tercatat sebagai penerima subsidi solar.

Berapa Harga yang Dibayar Konsumen dan Subsidi Pemerintah?

Harga yang dibayar penerima tidak berubah. Untuk RON95, konsumen membayar RM1,99 (sekitar Rp8.722) per liter. Pemerintah menanggung selisih RM1,78 (Rp7.802) per liter dari harga non-subsidi RM3,77 (Rp16.525).

Sementara untuk diesel bersubsidi, penerima membayar RM2,10 (Rp9.205) per liter. Subsidi pemerintah mencapai RM2,57 (Rp11.265) per liter, atau 55 persen dari harga tanpa subsidi RM4,67 (Rp20.470). Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga energi global.

Harga BBM Non-Subsidi Justru Turun per 2 September

Di sisi lain, MOF mengumumkan penurunan harga eceran BBM non-subsidi mulai Rabu (2/9). RON97 ditetapkan RM4,25 (Rp18.629) per liter, turun dari RM4,30 (Rp18.848). RON95 non-subsidi juga turun menjadi RM3,77 (Rp16.525) dari sebelumnya RM3,82 (Rp16.744).

Untuk diesel tanpa subsidi, harganya turun menjadi RM4,67 (Rp20.470) dari RM4,72 (Rp20.689) per liter. Penurunan ini terjadi seiring meredanya tekanan harga minyak global pasca-konflik.

Sementara itu, harga bensin di bawah Subsidised Petrol Control System (SKPS) dan diesel di bawah Subsidised Diesel Control System (SKDS) masing-masing tetap bertahan di RM2,05 (Rp8.985) dan RM2,15 (Rp9.424) per liter.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index