Rapor SPK GIIAS 2026: Toyota Kokoh di Puncak, Agresi Merek China Tembus 21.000 Unit

Rapor SPK GIIAS 2026: Toyota Kokoh di Puncak, Agresi Merek China Tembus 21.000 Unit

FINANSIALFOKUS.COM — Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 30 Juli-9 Agustus 2026, meninggalkan satu kesimpulan: peta pasar otomotif nasional sedang bergeser cepat. Data SPK yang dirilis sejumlah merek menunjukkan merek asal China tidak lagi sekadar penantang, melainkan kekuatan utama yang mendominasi segmen kendaraan listrik.

Jika dikelompokkan berdasarkan asal merek, akumulasi SPK dari BYD, Chery, Wuling, Geely, GAC Aion, Changan, MG, Jetour, DFSK, BAIC, dan GWM telah menembus angka lebih dari 21.000 unit. Capaian ini menjadi sinyal bahwa konsumen Indonesia mulai menerima teknologi elektrifikasi dari pabrikan China, yang umumnya menawarkan banderol lebih kompetitif ketimbang merek Jepang.

Lonjakan Signifikan Chery dan Geely

Pertumbuhan paling tajam ditunjukkan Chery. Pabrikan asal China ini membukukan 3.500 SPK, melonjak sekitar 62,56 persen dibandingkan perolehan 2.153 SPK pada GIIAS 2025. Model Chery Q menjadi tulang punggung dengan kontribusi sekitar 1.750 SPK sepanjang pameran.

Geely juga mencatatkan performa impresif. Merek yang dikenal lewat lini elektrifikasinya ini mengoleksi 3.033 SPK, atau meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan capaian mereka pada edisi GIIAS sebelumnya.

Wuling dan GAC Aion Andalkan Kendaraan Listrik

Wuling Motors mengamankan posisi keempat dengan 3.290 SPK. Menariknya, mayoritas pesanan justru berasal dari kendaraan listrik. Wuling Aira EV menyumbang 2.238 SPK, atau sekitar 68 persen dari total pemesanan Wuling. Angka ini menegaskan tingginya minat konsumen terhadap mobil listrik di segmen harga terjangkau.

GAC Aion yang menempati posisi ketujuh dengan 2.170 SPK juga menunjukkan pola serupa. Model Aion V menjadi kontributor terbesar dengan 1.122 unit, disusul Aion UT sebanyak 711 unit.

Mitsubishi Masuk Lima Besar, Hybrid Mulai Dilirik

Di kubu pabrikan Jepang, Mitsubishi Motors berhasil masuk lima besar dengan perolehan 3.212 SPK, melampaui target internal perusahaan selama penyelenggaraan GIIAS 2026. Model New XForce HEV menjadi daya tarik utama. Sejak diperkenalkan pada Juli 2026, varian hybrid tersebut telah mencatatkan lebih dari 1.000 unit pemesanan.

Toyota sendiri masih mempertahankan posisi sebagai merek dengan perolehan SPK individu tertinggi. Raihan 6.175 SPK menunjukkan basis konsumen Toyota yang solid, meskipun harus berhadapan dengan semakin banyaknya merek baru yang masuk ke Indonesia.

Data lengkap perolehan SPK GIIAS 2026 adalah sebagai berikut:

  • Toyota: 6.175 SPK
  • BYD: 4.000+ SPK
  • Chery: 3.500 SPK
  • Wuling Motors: 3.290 SPK
  • Mitsubishi Motors: 3.212 SPK
  • Geely: 3.033 SPK
  • GAC Aion: 2.170 SPK
  • Suzuki: 1.336 SPK
  • Isuzu: 1.180 SPK
  • Changan: 1.120 SPK
  • MG Motor: 1.088 SPK
  • Jetour: 1.038 SPK
  • DFSK: 625 SPK
  • Daihatsu: 591 SPK
  • BAIC: 407 SPK
  • GWM: 350+ SPK

Pergeseran preferensi ini tidak hanya terjadi di segmen entry-level. Produsen Jepang seperti Toyota dan Mitsubishi kini juga mengandalkan model hybrid sebagai bagian dari strategi elektrifikasi mereka. Kondisi ini menunjukkan bahwa pilihan konsumen Indonesia tidak lagi berfokus pada kendaraan bermesin konvensional, tetapi mulai mempertimbangkan efisiensi bahan bakar dan teknologi elektrifikasi sebagai faktor utama.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index