Indonesia Masuk BRICS dan Aksesi OECD, Jatim Siap Perkuat Pasar dan Investasi

Indonesia Masuk BRICS dan Aksesi OECD, Jatim Siap Perkuat Pasar dan Investasi

FINANSIALFOKUS.COM — Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar kegiatan Jaring Masukan Teknis Bersama Para Pelaku Usaha dan Industri bertema "Memahami Kepentingan Strategis Indonesia di OECD dan BRICS" di Graha Kadin Jawa Timur, Surabaya, Kamis (27/8/2026). Forum ini menjadi ajang diskusi sekaligus sosialisasi mengenai posisi Indonesia di dua blok ekonomi besar tersebut.

Dua Pintu Masuk: Tata Kelola OECD dan Ekspansi Pasar BRICS

Keanggotaan Indonesia di BRICS dinilai mampu membuka peluang perluasan pasar, investasi, pembiayaan, teknologi, hingga rantai pasok. Sementara itu, jalur aksesi menuju OECD menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, regulasi, standar, dan iklim investasi yang lebih baik.

Kedua agenda ini secara tidak langsung berdampak pada Jawa Timur yang memiliki basis industri, perdagangan, ekspor-impor, logistik, pangan, dan manufaktur. Penguatan standar dan regulasi ala OECD dapat meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Kesiapan Dunia Usaha Jadi Kunci Nilai Tambah

Pemerintah menilai kesiapan dunia usaha menjadi faktor penentu agar peluang dari BRICS dan OECD memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Pelaku industri di Jatim diharapkan mampu beradaptasi dengan standar internasional yang lebih ketat.

Dengan struktur ekonomi yang didominasi sektor manufaktur dan perdagangan, Jatim memiliki posisi strategis untuk menjadi salah satu motor penggerak ekspor nasional. Akses pasar yang lebih luas melalui BRICS dapat menjadi jalan bagi produk-produk unggulan daerah untuk menembus pasar negara berkembang lainnya.

Di sisi lain, transisi menuju standar OECD menuntut peningkatan efisiensi dan transparansi di tubuh industri. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah menarik lebih banyak investasi berkualitas ke Indonesia, khususnya ke kawasan timur Pulau Jawa.

Sinergi Pemerintah dan Kadin Jatim

Kegiatan di Graha Kadin Jatim ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk menyampaikan masukan teknis terkait kebijakan perdagangan dan investasi. Pemerintah ingin memastikan bahwa kepentingan daerah terakomodasi dalam negosiasi dan persiapan keanggotaan Indonesia di kedua forum internasional tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mengintegrasikan ekonomi nasional ke dalam rantai pasok global. Bagi Jatim, hal ini berarti peluang memperkuat posisi sebagai pusat industri dan logistik di Indonesia bagian timur.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index