JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait merasa yakin target penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera lewat mekanisme Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sejumlah 350.000 unit sampai penghujung tahun 2026 bakal terwujud.
Berdasarkan pandangan Maruarar, pihak pemerintah bakal senantiasa mengusahakan pelbagai cara guna memacu percepatan distribusi KPR FLPP.
Satu di antara aspek yang diandalkan mampu memberikan lonjakan berarti yakni pengadaan tempat tinggal vertikal atau rumah susun (rusun).
Baca juga: Rusun Jangan Jadi Beban Baru, Tarif Listrik hingga Biaya Parkir Disorot "Kami berusaha yang terbaik.
Kami berharap nanti misalnya lompatan itu salah satunya dari Meikarta yaitu rumah susun," ujar Maruarar, Selasa (28/09/2026), dari Sumbernya.
Dirinya menuturkan bahwa baik rumah tapak ataupun rumah vertikal secara bersama-sama menjadi komponen dari inisiatif 3 Juta Rumah yang mendapatkan sokongan pendanaan melalui skema FLPP.
Meski Tumbuh, Pembiayaan UMKM Kian Menjauh dari Target Artikel Kompas.id "Ya, tentu ada rumah tapak ada rumah vertikal, dan dua-duanya masuk ke dalam program 3 Juta Rumah dengan skema FLPP," kata dia, dari Sumbernya.
Baca juga: Pendapatan APBD DKI Capai Rp 29,29 Triliun, Pramono Minta Belanja Tak Menumpuk di Akhir Tahun Realisasi FLPP Capai 111.537 Unit Mengacu pada catatan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), terhitung sampai tanggal 23 Juli 2026 angka realisasi penyaluran KPR Sejahtera lewat skema FLPP sudah menyentuh 111.537 unit hunian dengan besaran pembiayaan mencapai Rp 13,874 triliun.
Total tersebut merepresentasikan kira-kira 31,9 persen dari keseluruhan target distribusi FLPP sepanjang tahun 2026 yang dipatok sejumlah 350.000 unit rumah.
Capaian Masih di Bawah Tahun Lalu Walaupun menunjukkan tren peningkatan, realisasi pengaliran FLPP pada tahun berjalan ini ternyata masih lebih kecil jika dikomparasikan kurun waktu serupa tahun kemarin.
Baca juga: Lahan 3 Hektar Punya Kemenkum di Tangerang Bakal Dibangun Rusun Berdasarkan arsip data Kementerian PKP, per tanggal 16 Juli 2025 proses penyaluran KPR FLPP tercatat menembus angka 129.773 unit rumah.
Dengan demikian, capaian riil hingga 23 Juli 2026 masih tertinggal sekitar 18.236 unit atau mengalami koreksi penyusutan kurang lebih 14 persen berbanding prestasi pertengahan Juli tahun lalu.
Gejala pelambatan pun tampak kentara pada performa paruh pertama tahun ini. Hingga penghujung Juni 2026, distribusi FLPP terdata sebanyak 91.522 unit.
Di sisi lain, pada rentang waktu serupa tahun 2025, angka realisasinya sudah menggapai 120.976 unit.
Karenanya, realisasi penyaluran FLPP sepanjang semester I 2026 terpantau merosot sekitar 24,35 persen secara tahunan atau year on year (yoy).