Saham Sektor Telekomunikasi Dinilai Murah, EXCL Jadi Pilihan Utama

Saham Sektor Telekomunikasi Dinilai Murah, EXCL Jadi Pilihan Utama
Ilustrasi Emiten dan Saham telekomunikasi. ( sumber : net )

JAKARTA - Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengungkap saham-saham sektor telekomunikasi memiliki valuasi yang menarik, dibandingkan emiten sejenis di kawasan regional.

Oleh karena itu, saham sektor ini direkomendasikan overweight dengan target harga menggiurkan.

Saham PT XL Smart Telecom Tbk (EXCL), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dipertahankan rekomendasi beli.

Baca Juga: Lo Kheng Hong Borong Saham GJTL Saat Harga Turun, Kepemilikan Naik Jadi 7,03%.

Dalam riset yang dirilis pada Senin (27/7/2026), Mirae Asset menyebut prospek positif sektor telekomunikasi didukung oleh berlanjutnya pemulihan industri yang mendorong kenaikan average revenue per user (ARPU), meningkatnya efisiensi jaringan pascakonsolidasi, serta potensi pertumbuhan laba yang semakin baik.

Mirae Asset menjadikan EXCL sebagai pilihan utama (top pick) yang direkomendasikan beli dan target harga Rp 4.300 per saham.

Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 78,4%.

Sementara itu, target harga ISAT ditetapkan sebesar Rp 2.800 per saham dengan potensi kenaikan 43,6%, sedangkan TLKM dipatok Rp 3.200 per saham atau berpotensi menguat 21,7%.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin KOTA Layak Dilirik.

Dari sisi valuasi, saham-saham telekomunikasi Indonesia diperdagangkan pada kisaran 3,9 kali dan 3,5 kali EV/EBITDA untuk proyeksi tahun buku 2026-2027.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata regional yang masing-masing mencapai 10,1 kali dan 9,3 kali.

Selain valuasi yang lebih murah, sektor telekomunikasi juga diperkirakan menawarkan dividend yield 5,5% pada 2026, lebih tinggi dibandingkan rata-rata regional sebesar 3,6%.

Meski demikian, Mirae Asset menilai pengembangan jaringan 5G belum menjadi katalis utama bagi peningkatan pendapatan operator.

Berdasarkan pengalaman di berbagai negara, implementasi 5G tidak secara otomatis mampu mendorong kenaikan ARPU tanpa didukung perbaikan fundamental industri dan strategi monetisasi yang efektif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index