Penyaluran Kredit Rumah Subsidi BRI Semester I 2026

Penyaluran Kredit Rumah Subsidi BRI Semester I 2026
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk telah menyalurkan kredit perumahan subsidi sebesar Rp 13,8 triliun pada semester I 2026.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, realisasi tersebut mencapai 63 persen dari target kredit perumahan subsidi tahun ini yang mencapai Rp 22 triliun.

"Totalnya kami sudah menyalurkan sebesar Rp 13,8 triliun atau pencapaiannya sekitar 63 persen dari target yang ada," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BRI 1, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Lebih lanjut dia merincikan, kredit perumahan subsidi itu terdiri dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan yang telah terealisasi sekitar 32 persen dari target Rp 10 triliun.

Kemudian juga berasal dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat Perumahan atau Kredit Program Perumahan yang realisasinya pada paruh pertama ini mencapai 89 persen dari target Rp 12 triliun.

"Apa yang kami capai untuk kur perumahan sendiri dari target yang disampaikan ke kami pencapaian BRI sudah hampir 89 persen ya pencapaiannya. Makanya nanti lagi dinaikin target lagi sama Pak Menteri," ucapnya.

Hery optimistis BRI mampu memenuhi atau bahkan melampaui target penyaluran kredit perumahan subsidi hingga akhir 2026 mengingat realisasinya baru dihitung sampai pertengahan tahun.

"Harapannya memang sampai Desember nanti rasanya BRI akan achieve target lebih dari 100 persen," kata Hery.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengapresiasi kinerja BRI dalam mendukung program pembiayaan perumahan pemerintah.

Bahkan, berdasarkan data yang diterimanya, penyaluran KUR Perumahan oleh BRI lebih besar dibandingkan realisasi penyaluran seluruh bank lainnya.

"Capaiannya yang paling tinggi dari semua KUR adalah KUR Perumahan. Dan KUR Perumahan yang paling tinggi itu adalah dari pencapaian kinerja Bank BRI," kata Maruarar pada kesempatan yang sama.

Menurutnya, tingginya realisasi penyaluran tersebut tidak terlepas dari strategi BRI yang aktif menjangkau pelaku usaha di sektor perumahan, mulai dari kontraktor, pengembang, hingga toko bangunan skala usaha mikro, kecil, dan menengah.

"Saya melihat pekerjaannya sangat strategis dan turun langsung, tepat sasaran. Dari segi supply betul-betul punya akses mengundang kontraktor, developer, toko bangunan yang UMKM. Makanya serapannya jadi tinggi," tutur Maruarar.

Sebagai informasi, pemerintah menargetkan penyaluran kredit perumahan subsidi tahun ini dapat mencapai Rp 95 triliun, yang terdiri dari FLPP sebesar Rp 45 triliun dan KUR Perumahan sebesar Rp 50 triliun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index