JAKARTA - Perbankan memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2026 masih berlanjut, tetapi lajunya diproyeksikan lebih moderat dibandingkan tahun sebelumnya.
Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) yang dipublikasikan pada Senin (20/7/2026) menunjukkan pelaku perbankan memperkirakan outstanding kredit hingga akhir 2026 tumbuh 7,51 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit pada 2025 sebesar 9,69 persen.
Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan perkiraan dalam survei sebelumnya yang mencapai 8,06 persen.
Meski demikian, perlambatan proyeksi pertumbuhan kredit itu tidak berarti aktivitas penyaluran pembiayaan perbankan melemah.
Sebaliknya, survei BI justru menunjukkan penyaluran kredit baru pada kuartal II 2026 meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya dan diperkirakan tetap tumbuh pada kuartal III 2026.
Sementara itu, BI tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan kredit pada kisaran 8 sampai 12 persen sepanjang 2026.
Pemerintah bahkan menilai penguatan likuiditas perbankan dapat membuka ruang bagi pertumbuhan kredit yang lebih tinggi hingga dua digit.