Didorong Saham Big Banks, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Didorong Saham Big Banks, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan
ilustrasi IHSG. (FOTO:NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menguat terbatas pada jalannya sesi perdagangan di hari Jumat.

Sebelumnya, laju IHSG ditutup melonjak sebesar 66,23 poin atau 1,10 persen ke level 6.108,20 pada akhir sesi perdagangan hari Kamis.

Tercatat sebanyak 372 saham mengalami kenaikan, 238 saham terkoreksi, dan 185 saham bergerak stagnan.

Total volume transaksi saham di lantai bursa pada hari tersebut menyentuh angka 29,90 miliar saham dengan nilai akumulasi mencapai Rp 13,04 triliun.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengamati bahwa performa positif IHSG hari ini dipicu oleh pergerakan saham-saham dari emiten perbankan besar (big banks) serta beberapa kelompok konglomerasi.

“Secara sentimen juga didorong oleh nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 18.011 per dolar AS,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (16/7/2026).

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengutarakan bahwa penguatan indeks turut disokong oleh lonjakan harga saham-saham yang memiliki nilai kapitalisasi pasar besar.

Secara spesifik, sektor perbankan seperti BMRI dan BBRI, bersanding dengan AMMN dan ASII, menjadi penggerak roda utama bagi kenaikan indeks domestik.

Jika ditinjau dari ranah domestik, sentimen positif berhembus dari rilis data Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia pada kuartal II 2026 yang tumbuh 27,4 persen secara tahunan (YoY) hingga mencetak rekor tertinggi baru senilai Rp 257,7 triliun.

“Hal ini menunjukkan minat investasi asing langsung masih kuat di tengah ketidakpastian global,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (16/7/2026).

Sementara dari panggung global, para pelaku pasar merespons positif data Producer Price Index (PPI) AS yang menyusut 0,3 persen secara bulanan (MoM) serta melambat menjadi 5,5 persen YoY, yang mengindikasikan bahwa tekanan inflasi di tingkat produsen mulai mereda.

“Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati pernyataan pejabat The Fed yang tetap berhati-hati terhadap arah kebijakan suku bunga, serta perkembangan konflik di Timur Tengah yang masih berpotensi memengaruhi harga energi,” tuturnya.

Herditya memperkirakan bahwa IHSG memiliki ruang untuk menguat secara terbatas dengan batas support di level 6.086 dan resistance di level 6.121 pada transaksi hari Jumat esok.

“Sentimen berasal dari nilai tukar dan harga komoditas dunia,” katanya.

Para pelaku pasar disarankan untuk mencermati pergerakan saham INCO, ISAT, dan OASA dengan proyeksi target harga masing-masing di kisaran Rp 5.400 - Rp 5.700 per saham, Rp 1.960 - Rp 2.120 per saham, dan Rp 356 - Rp 378 per saham.

Reza ikut memproyeksikan bahwa IHSG masih berpeluang besar meneruskan tren penguatan untuk menguji area zona resistance 6.130–6.150, dengan rentang support berada di kisaran 6.050–6.000.

“Momentum teknikal masih relatif positif, namun investor perlu mewaspadai potensi profit taking menjelang akhir pekan setelah penguatan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” katanya.

Ada sejumlah sentimen penting yang bakal menyedot perhatian pasar untuk esok hari.

Pertama adalah data Retail Sales AS yang menurut konsensus pasar diproyeksikan tumbuh 0,5 persen MoM.

Indikator tersebut menjadi acuan penting untuk mengukur kekuatan tingkat konsumsi masyarakat AS sekaligus menjadi sinyal penentu arah kebijakan suku bunga acuan The Fed.

Kedua yakni pergerakan nilai tukar rupiah yang dinilai masih cukup peka terhadap tren penguatan indeks dolar AS.

Ketiga merupakan dinamika konflik di Timur Tengah yang berisiko memicu volatilitas harga minyak dunia dan memengaruhi psikologis pasar global secara umum.

Reza pun menyodorkan rekomendasi beli untuk saham ANTM, ARTO, dan ARCI dengan target harga jangka pendek masing-masing pada level Rp 3.140 - Rp 3.230 per saham, Rp 1.340 - Rp 1.400 per saham, dan Rp 1.135 - Rp 1.185 per saham.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index