Hingga Mei 2026, Penyaluran Kredit BRI Tembus Rp 1.417 Triliun

Hingga Mei 2026, Penyaluran Kredit BRI Tembus Rp 1.417 Triliun
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Hery Gunardi. (FOTO:NET)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan peningkatan penyaluran pembiayaan hingga dua digit sampai bulan Mei 2026.

Pencapaian positif ini dipicu oleh kontribusi dari beberapa segmen, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mengacu pada laporan keuangan resmi emiten, kredit perseroan melesat sebesar 12,23 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 1.417,20 triliun per Mei 2026, berbanding Rp 1.262,72 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa ekspansi kredit ini masih didominasi oleh segmen UMKM, selaras dengan core business bank yang memang berfokus pada sektor tersebut.

"Pendorongnya tetap UMKM ya, terus konsumer juga tumbuh, KPR BRIguna-nya juga mengalami pertumbuhan," ujar Hery saat ditemui di Menara Radius Prawiro, Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Selain ditopang oleh segmen UMKM serta konsumer, Hery menjelaskan bahwa laju bisnis entitas anak usaha turut memberikan dampak positif bagi performa perusahaan secara keseluruhan.

"Yang di perusahaan anak juga kan kami ada Pegadaian kan, Pegadaian juga mengalami pertumbuhan yang cukup baik dari bisnis emasnya," ucapnya.

Terkait dengan target penyaluran kredit hingga penghujung tahun nanti, Hery memastikan bahwa manajemen belum melakukan revisi terhadap target awal yang tertuang di dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami sampai hari ini masih stick dengan RBB yang kami sampaikan ke OJK, belum ada perubahan," tegasnya.

Kendati demikian, Hery menaruh harapan agar tekanan dari tren suku bunga tinggi tidak berlangsung dalam jangka waktu yang lama, sehingga permintaan pasar terhadap fasilitas pembiayaan tetap terjaga dan target pertumbuhan kredit korporasi bisa direalisasikan.

"Mudah-mudahan pressure suku bunga, dengan suku bunga yang tinggi ini enggak terlalu lama, harapannya seperti itu," tutur Hery.

Tren pertumbuhan kredit dua digit ini sejatinya telah tercatat sejak triwulan pertama tahun 2026, di mana pada momen tersebut pembiayaan BRI tumbuh sebesar 13,7 persen secara yoy hingga menyentuh Rp 1.562 triliun.

Sektor UMKM tetap kokoh menjadi penopang utama dalam portofolio pembiayaan bank, dengan total penyaluran menembus angka Rp 1.211 triliun pada kuartal tersebut.

BRI juga terus konsisten mempertahankan posisinya sebagai lembaga penyalur utama bagi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan volume terbesar di tanah air, yang mana realisasi penyaluran KUR berhasil mencapai Rp 47,09 triliun kepada total 947.000 debitur sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.

Sektor pertanian tercatat menjadi motor penggerak utama dalam pembiayaan ini dengan porsi penyaluran sebesar Rp 19,86 triliun, atau setara dengan 42,16 persen dari total keseluruhan KUR yang sudah digulirkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index