Harga Emas Antam Selasa Ini Menyusut Rp76 Ribu Sebulan

Harga Emas Antam Selasa Ini Menyusut Rp76 Ribu Sebulan
Ilustrasi Emas Antam. (FOTO:NET)

JAKARTA - Nilai jual emas batangan Antam pada hari ini, Selasa, 14 Juli 2026, mengalami penurunan ke posisi Rp 2.635.000 untuk setiap gramnya.

Nominal tersebut tercatat lebih rendah apabila disandingkan dengan harga pada bulan terdahulu serta masih berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang tahun 2026 yang sempat menyentuh level Rp 3.168.000 per gram pada tanggal 29 Januari.

Untuk nilai buyback juga ikut mengalami pergeseran ke angka Rp 2.395.000 per gram.

Jarak antara harga jual dan beli kembali ini menjadi hal penting untuk diperhatikan lantaran berimbas langsung pada perolehan keuntungan bersih ketika penanam modal melepas emas batangan mereka.

Data pasar yang dihimpun dari beberapa sumber menunjukkan harga jual emas Antam 1 gram berada di Rp 2.635.000.

Sementara itu, harga emas dunia tercatat di level Rp 2.332.398 per gram dalam konversi rupiah.

Sebagai patokan dalam bertransaksi, nilai tersebut terpantau belum memasukkan komponen pajak serta biaya-biaya tambahan lain di gerai penjualan resmi.

Oleh sebab itu, nilai di butik emas ataupun mitra penyalur resmi berpeluang didapati sedikit perbedaan, khususnya pada unit pecahan kecil serta tingkat permintaan ritel yang tengah melonjak.

Keterangan Harga

Harga jual 1 gram Rp 2.635.000

Harga buyback Rp 2.395.000

Emas dunia per gram Rp 2.332.398

Turun Rp 76 ribu dari bulan lalu

Jika dikomparasikan dengan posisi pada 14 Juni 2026, di mana harganya masih bertengger pada level Rp 2.711.000 per gram, maka emas Antam hari ini kedapatan menyusut sebesar Rp 76.000 atau terkoreksi sekitar 2,8 persen dalam kurun waktu satu bulan.

Tren penurunan ini mengindikasikan bahwa pergerakan pasar logam mulia dalam negeri sedang dalam fase penyesuaian setelah sempat mengalami reli panjang di awal tahun.

Pelemahan harga seperti ini kerap dimanfaatkan oleh para pemodal ritel untuk menambah jumlah kepemilikan aset mereka secara bertahap, bukan dengan memaksakan pembelian dalam skala besar sekaligus.

Tekanan terhadap pergerakan harga ini juga memiliki kaitan erat dengan sejumlah sentimen global yang masih menghantui pasar.

Posisi kurs dolar yang melemah ke angka Rp 18.101 ikut menekan nilai emas dalam satuan mata uang rupiah, kemudian lonjakan imbal hasil US Treasury turut memicu sebagian penanam modal berpindah dari instrumen safe haven.

Pada waktu yang bersamaan, aksi ambil untung pasca reli di awal tahun ikut memberikan beban tambahan pada tekanan jual.

Dampaknya ke pembeli ritel dan penabung emas

Bagi para konsumen ritel, kondisi harga yang sedang menurun ini menyajikan ruang masuk yang terbilang lebih bersahabat.

Namun jarak nilai buyback yang mencapai Rp 240.000 per gram tetap menjadi pengingat berharga bahwa komoditas emas batangan bukan merupakan opsi instrumen untuk perputaran dana cepat.

Para penanam modal yang masuk pada hari ini wajib mengalkulasi horizon waktu penyimpanan mereka, bukan sekadar memantau fluktuasi harga harian.

Di pasar dalam negeri, penurunan harga emas juga berpeluang mengalihkan minat pasar menuju pecahan unit kecil.

Banyak konsumen yang menjatuhkan pilihan pada pecahan 0,5 gram atau 1 gram lantaran modal awal yang dibutuhkan terhitung lebih ringan, kendati biaya per gramnya lazim didapati lebih mahal bila dibandingkan dengan unit pecahan besar.

Hal ini menjadi dasar pertimbangan yang krusial ketika simpanan emas diproyeksikan sebagai dana darurat ataupun alat lindung nilai.

Rincian pecahan emas Antam

Dengan acuan harga 1 gram di Rp 2.635.000, estimasi beberapa pecahan emas Antam bergerak sebagai berikut:

Berat Estimasi harga

0,5 gram Rp 1.367.500

1 gram Rp 2.635.000

2 gram Rp 5.210.000

5 gram Rp 12.975.000

10 gram Rp 25.900.000

25 gram Rp 64.625.000

50 gram Rp 129.150.000

100 gram Rp 258.200.000

Estimasi angka tersebut belum dapat menggantikan nilai resmi yang dirilis di butik Logam Mulia, lantaran terdapat komponen ongkos cetak serta penyesuaian dalam transaksi.

Untuk unit pecahan besar, selisih nominalnya memang bakal terasa lebih berat bagi dompet, namun biaya per gramnya biasanya terhitung lebih efisien.

Aturan pajak yang tetap berlaku

Aktivitas transaksi komoditas emas batangan sejauh ini masih merujuk pada regulasi PMK 34/PMK.10/2017 serta PMK 48/2023.

Tindakan pembelian bakal dibebani PPh 22 senilai 0,25 persen bagi konsumen yang memiliki NPWP, sedangkan bagi yang tidak mempunyai NPWP bakal dikenakan beban sebesar 0,45 persen.

Untuk aktivitas buyback dengan nilai di atas Rp 10 juta, pungutan PPh 22 bakal langsung dipotong senilai 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan sebesar 3 persen untuk konsumen non-NPWP.

Sementara untuk PPN ditetapkan tidak dipungut selaras dengan aturan PP 49/2022.

Seiring dengan turunnya harga emas Antam hari ini, para pelaku pasar bakal terus mencermati pergerakan nilai mata uang dolar AS, tingkat imbal hasil obligasi AS, serta dinamika sentimen safe haven pada sesi perdagangan selanjutnya.

Pada posisi level yang sekarang, fluktuasi angka dalam kisaran beberapa puluh ribu rupiah saja dinilai sudah memadai untuk menggeser minat beli konsumen ritel dalam periode waktu yang singkat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index