JAKARTA – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Fauzi Amro, mengapresiasi kebijakan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tidak lagi menampilkan catatan kredit di bawah Rp1 juta dalam SLIK. Menurutnya, kebijakan ini akan mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi sekaligus mendukung target pembangunan Program 3 Juta Rumah.
Fauzi menjelaskan, selama ini catatan kredit kecil di SLIK OJK kerap menjadi kendala masyarakat dalam mengajukan KPR subsidi. Dengan perubahan kebijakan tersebut, peluang masyarakat untuk mendapatkan pembiayaan rumah semakin besar. “Untuk mencapai target tiga juta rumah, memang SLIK OJK di bawah Rp1 juta itu tidak muncul. Sebelumnya hal ini berpengaruh kepada masyarakat yang ingin mendapatkan rumah. Ketika SLIK di bawah Rp1 juta bisa dihapuskan, saya rasa ini akan lebih baik untuk memacu masyarakat mendapatkan rumah subsidi,” ujarnya.
Selain untuk akses perumahan, kebijakan ini juga dinilai bermanfaat bagi pelaku UMKM. Fauzi menegaskan, penghapusan catatan kredit kecil akan mempermudah UMKM mengajukan pinjaman modal kerja. “SLIK OJK ini juga tidak lagi menjadi hambatan bagi UMKM untuk mengajukan pinjaman modal kerja. Oleh sebab itu, keputusan pemerintah, OJK, Menteri Perumahan, dan para pelaku UMKM agar SLIK OJK di bawah Rp1 juta dihapus mencerminkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” katanya.
Ia menilai kebijakan ini merupakan langkah konkret dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus mendukung program prioritas pemerintah di sektor perumahan. Fauzi berharap implementasi kebijakan tersebut berjalan efektif sehingga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh kesempatan memiliki rumah subsidi.