JAKARTA – Harga emas naik dalam perdagangan Asia pada Senin 6 Juli 2026, didukung pelemahan dolar seiring investor mengurangi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga tahun ini.
Logam mulia berwarna kuning ini melanjutkan pemulihannya setelah bangkit dari level terendah delapan bulan pekan lalu, sementara dolar turun mendekati level terendah dua pekan. Harga spot emas naik 0,3 persen menjadi 4.186,80 US dolar per ons troi pada pukul 01.28 WIB, sementara kontrak berjangka emas melonjak 1,8 persen menjadi 4.199,75 US dolar per ons troi.
Kenaikan harga emas terjadi setelah data nonfarm payrolls yang lemah pada Kamis memicu penurunan tajam ekspektasi bahwa The Fed memiliki ruang cukup untuk menaikkan suku bunga tahun ini. Inflasi dan pasar tenaga kerja menjadi pertimbangan utama bank sentral dalam menyesuaikan kebijakan. Inflasi AS yang masih tinggi diperkirakan membuat The Fed tetap hawkish dalam beberapa bulan mendatang.
Risalah rapat The Fed bulan Juni akan dirilis pekan ini dan diharapkan memberi gambaran lebih jelas mengenai arah suku bunga. Meski harga emas batangan berhasil pulih pekan lalu, kenaikan masih terbatas oleh prospek inflasi tinggi yang membuat The Fed berhati-hati.
Penurunan harga minyak membantu meredakan sebagian kekhawatiran inflasi, namun pasar tetap waspada terhadap dampak dari industri kecerdasan buatan dan suhu global yang meningkat.
Logam mulia lainnya juga menguat. Harga spot perak naik 0,4 persen menjadi 62,73 US dolar per ons, harga spot platinum naik 1,1 persen menjadi 1.661,03 US dolar per ons, sedangkan palladium naik 0,1 persen ke 1.275,18 US dolar per ons. Semua komoditas tersebut mengikuti tren positif emas.