Bank Selektif, Kredit Investasi Tumbuh 19,48 Persen April 2026

Bank Selektif, Kredit Investasi Tumbuh 19,48 Persen April 2026
Ilustrasi Kredit (sumber foto: NET)

JAKARTA - Perbankan mulai mengubah strategi penyaluran kredit dengan lebih selektif membiayai sektor usaha yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan tinggi dan risiko terukur. Pergeseran ini tercermin dari lonjakan kredit investasi yang melampaui kredit konsumsi maupun modal kerja.

Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center Christiantoko mengatakan bank kini tidak hanya mempertimbangkan besarnya kebutuhan pembiayaan, tetapi juga prospek usaha, kualitas risiko, serta kontribusi sektor terhadap ekonomi. “Pergeseran ini menunjukkan fungsi intermediasi perbankan mulai lebih banyak mengalir ke sektor-sektor yang menciptakan nilai tambah,” ujarnya, Minggu, 28 Juni 2026.

Hingga April 2026, total kredit bank umum mencapai Rp8.755 triliun, dengan Rp6.454 triliun disalurkan ke sektor ekonomi dan Rp2.301 triliun ke konsumsi rumah tangga. Kredit investasi tumbuh 19,48 persen secara tahunan, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kredit modal kerja 6,04 persen dan kredit konsumsi 6,13 persen.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat 2,17 persen. Kredit investasi memiliki kualitas terbaik dengan NPL 1,34 persen, sementara kredit modal kerja mencatat NPL 2,64 persen dan kredit konsumsi 2,40 persen.

Sektor usaha yang menjadi tujuan utama ekspansi kredit perbankan berdasarkan laju pertumbuhan adalah:

  • Konstruksi, tumbuh 45,54 persen dengan NPL turun ke 1,99 persen.
  • Pengadaan listrik dan gas, tumbuh 23,27 persen dengan NPL hanya 0,22 persen.
  • Aktivitas profesional dan perusahaan, tumbuh 15,15 persen.
  • Real estat, tumbuh 14,12 persen.
  • Aktivitas kesehatan manusia dan sosial, tumbuh 12,92 persen.

Christiantoko menilai lonjakan kredit investasi mencerminkan keyakinan bahwa aktivitas ekonomi masih memiliki ruang untuk berkembang. Pertumbuhan kredit yang diikuti penurunan risiko menunjukkan bank tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam ekspansi pembiayaan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index