Harga Emas Antam Naik Rp 18.000 Menjadi Rp 2.729.000 per Gram Hari ini

Harga Emas Antam Naik Rp 18.000 Menjadi Rp 2.729.000 per Gram Hari ini
Ilustrasi Emas (sumber foto: NET)

JAKARTA - Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang mengalami kenaikan sebesar Rp 18.000 per gram. Angka tersebut bergerak naik dari yang sebelumnya sebesar Rp 2.711.000 per gram kini menjadi Rp 2.729.000 per gram.

Di sisi lain, harga beli kembali atau buyback oleh Logam Mulia juga mengalami peningkatan sebesar Rp 46.000 per gram. Harga buyback tersebut melonjak dari posisi sebelumnya Rp 2.454.000 per gram menuju ke posisi Rp 2.500.000 per gram. Atas dasar perubahan tersebut, selisih atau gap antara harga emas komoditas dan harga buyback pada hari ini berada di nominal Rp 229.000 per gram. Selama ini pihak produsen telah menetapkan dua jenis harga untuk komoditas emas batangan produksinya, yakni harga emas serta harga beli kembali atau buyback.

"Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kami membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kami menjual emas kepada gerai Logam Mulia."

Oleh sebab itu, apabila pada pagi hari ini melakukan transaksi pembelian emas dari Antam, maka Anda diwajibkan untuk membayar sebesar Rp 2.729.000 per gram. Namun, jika karena terdapat sebuah alasan tertentu yang membuat Anda mendadak memerlukan dana darurat sehingga terpaksa mencairkan atau menjual kembali emas tersebut pada waktu siang atau sore hari, Anda tidak perlu terkejut jika emas tersebut hanya dihargai senilai Rp 2.500.000 per gram oleh pihak Logam Mulia.

Setiap orang perlu melakukan pengamatan secara cermat terhadap dua jenis harga emas tersebut apabila berniat dengan sungguh-sungguh untuk menjadi seorang investor emas batangan. Tanpa melakukan kalkulasi pada selisih kedua harga tersebut, seorang penanam modal atau investor emas berpotensi keliru dalam memproyeksikan potensi keuntungan maupun kerugian yang akan didapatkan.

Melihat kondisi selisih antara harga jual dan harga beli atau spread yang cukup tebal tersebut, instrumen investasi emas dinilai hanya akan cocok untuk dijalankan dalam proyeksi jangka waktu yang panjang. 

Secara investasi jangka panjang, kami menaruh harapan agar nilai atau harga emas dapat melonjak jauh lebih tinggi, sehingga kelak mampu menutup selisih antara harga jual dan harga buyback sekaligus mampu mendatangkan keuntungan yang maksimal.

Sebagai bentuk gambaran berupa ilustrasi, di bawah ini merupakan rincian kalkulasi mengenai potensi keuntungan atau kerugian seandainya para penanam modal emas lantakan melakukan transaksi pada beberapa kurun waktu tertentu:

  • Membeli emas pada 08 Juni 2026 (Rp 2.743.000 per gram) = -8.86 persen (rugi)
  • Membeli emas pada 15 Mei 2026 (Rp 2.819.000 per gram) = -11.32 persen (rugi)
  • Membeli emas pada 15 Maret 2026 (Rp 2.997.000 per gram) = -16.58 persen (rugi)
  • Membeli emas pada 15 Desember 2025 (Rp 2.464.000 per gram) = 1.46 persen (untung)
  • Membeli emas pada 15 September 2025 (Rp 2.093.000 per gram) = 19.45 persen (untung)
  • Membeli emas pada 15 Juni 2025 (Rp 1.960.000 per gram) = 27.55 persen (untung)
  • Membeli emas pada 15 Maret 2025 (Rp 1.739.000 per gram) = 43.76 persen (untung)
  • Membeli emas pada 15 Desember 2024 (Rp 1.517.000 per gram) = 64.80 persen (untung)
  • Membeli emas pada 15 September 2024 (Rp 1.439.000 per gram) = 73.73 persen (untung)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index