Analisis Pergerakan Rupiah dan Kebijakan AS

Jumat, 18 September 2026 | 23:12:59 WIB
Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. ( sumber : net )

JAKARTA - Pakar Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, mengemukakan bahwa fluktuasi kurs rupiah pada masa kini sangat dipengaruhi oleh dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat beserta situasi pasar internasional.

“Pergerakan rupiah saat ini masih dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan moneter AS dan kondisi pasar global,” ucapnya di Jakarta melansir Antara, Kamis (17/9/2026) dari Sumbernya.

Posisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar AS tatkala mengawali sesi perdagangan hari Kamis tercatat mengalami koreksi pelemahan sebesar 43 poin atau setara 0,24 persen hingga menyentuh angka Rp17.739 per dolar AS, jika dikomparasikan terhadap angka penutupan sebelumnya yang berada pada posisi Rp17.696 per dolar AS.

Menilik ke belakang pada hari Rabu (16/9/2026), otoritas bank sentral Amerika Serikat (The Fed) secara resmi memutuskan guna mendongkrak tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin sehingga kini bertengger pada kisaran 3,75 sampai 4,00 persen di tengah kondisi tingkat inflasi AS yang terpantau masih bertempat di atas target ketentuan.

Langkah kebijakan tersebut dipandang sanggup memberikan sokongan kuat bagi posisi dolar AS sekaligus mempertahankan tingkat imbal hasil (yield) US Treasury pada teritori tinggi, sehingga ruang gerak bagi apresiasi rupiah terpaksa menjadi terbatas.

Terkini