Dua Pensiunan di Inggris Rusak Lampu Lalu Lintas, Klaim Alat Itu "Senjata Elektronik"

Jumat, 18 September 2026 | 19:39:00 WIB

FINANSIALFOKUS.COM — Dua pensiunan berusia 60-an dan 70-an tahun di Ilfracombe, Devon, Inggris, merusak lampu lalu lintas modern karena meyakini perangkat itu adalah senjata elektronik yang bisa membunuh manusia. Aksi mereka terekam dalam video yang viral, dan polisi menyebut kerusakan mencapai ribuan pound sterling. Keduanya sempat ditangkap, tetapi kini sudah bebas dengan jaminan.

Insiden perusakan itu terjadi ketika seorang pejalan kaki merekam dua orang tengah memanjat tiang lampu lalu lintas dan memotong sejumlah kabel yang tersambung ke sensor canggih. Rekaman tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu perhatian publik di Devon County.

Dari penyelidikan yang menyusul, kedua pelaku diketahui merupakan sepasang pensiunan yang tergabung dalam kelompok penganut teori konspirasi bernama "Blade Runners". Mereka menamakan diri sebagai "Ilfracombe Blade Runners" dalam sejumlah unggahan di media sosial.

Lampu Lalu Lintas Pintar dan Klaim yang Beredar di Internet

Lampu lalu lintas memang sudah mengalami banyak perubahan sejak pertama kali dipasang puluhan tahun lalu. Versi modern kini dibekali sensor yang mampu mendeteksi keberadaan pejalan kaki atau menyesuaikan durasi lampu dengan arus kendaraan.

Peningkatan teknologi itu umumnya diterima baik oleh masyarakat. Namun di Devon County, sebagian warga justru memandangnya sebagai ancaman.

Kelompok Blade Runners menolak anggapan bahwa lampu lalu lintas modern dirancang untuk mempermudah kehidupan perkotaan. Mereka menyebut perangkat tersebut sebagai "senjata penyerang elektronik" yang disokong "teknologi ilegal hasil adaptasi teknologi medan perang".

Klaim mereka menyebut lampu-lampu itu menimbulkan "ancaman untuk keselamatan jiwa" karena bisa memicu serangan jantung, kanker otak, kecemasan, hingga kematian mendadak. Tidak ada bukti yang disertakan untuk mendukung klaim tersebut.

Kerusakan Ribuan Pound dan Proses Hukum yang Berjalan

Kepolisian Devon dan Cornwall menyatakan pria dan wanita dalam video itu menyebabkan kerusakan senilai ribuan pound sterling. Keduanya ditangkap dengan tuduhan perusakan dan membahayakan pengguna jalan.

Setelah menjalani pemeriksaan, keduanya kini sudah bebas dengan jaminan. Proses hukum masih berlanjut sementara penyelidikan atas insiden lain terus berjalan.

Insiden di Ilfracombe bukan kasus tunggal. Sejumlah laporan serupa tentang kerusakan lampu lalu lintas telah muncul, semuanya berkaitan dengan teori konspirasi liar yang tersebar di internet.

Kelompok Blade Runners, misalnya, mengklaim teknologi di lampu lalu lintas bisa "membunuh manusia saat membidik target". Klaim itu beredar tanpa bukti apa pun.

Kelompok Konspirasi Tak Mau Mundur

Meski menghadapi kritik di media sosial, kelompok Blade Runners menyatakan tidak akan berhenti. Mereka menggambarkan diri bukan sebagai orang yang "berpikiran terbuka", melainkan "sepenuhnya sadar".

Pernyataan itu menunjukkan keyakinan mereka tidak tergoyahkan oleh bantahan maupun proses hukum. Polisi Devon dan Cornwall belum mengungkap apakah ada tersangka lain yang tengah diburu terkait rangkaian perusakan serupa.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana teori konspirasi di internet bisa berujung pada tindakan nyata yang merugikan publik. Lampu lalu lintas yang rusak bukan hanya soal kerugian materi, tetapi juga potensi bahaya bagi pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Terkini