Waze Kalahkan Google Maps di Jalan Padat, Ini Hasil Uji 4 Aplikasi Navigasi Android Auto

Jumat, 18 September 2026 | 18:04:00 WIB

FINANSIALFOKUS.COM — Waze menawarkan akurasi lalu lintas terbaik dibanding tiga aplikasi navigasi Android Auto lainnya dalam pengujian yang dilakukan seorang pengemudi selama berbulan-bulan. Temuan ini relevan bagi pengguna Indonesia yang sering terjebak macet di kota besar, tempat Google Maps kerap keliru memperkirakan waktu tempuh. Empat aplikasi diuji: OSMAnd, TomTom GO, HERE WeGo, dan Waze.

Seorang pengemudi yang aktif menggunakan Android Auto menguji empat aplikasi navigasi alternatif setelah merasa Google Maps tidak lagi bisa diandalkan di kondisi lalu lintas padat. Pengujian berlangsung selama berbulan-bulan dengan fokus pada akurasi data lalu lintas, kemampuan mengubah rute secara dinamis, dan kemudahan penggunaan di jalan.

Empat aplikasi yang diuji adalah OSMAnd, TomTom GO, HERE WeGo, dan Waze. Satu di antaranya dinilai paling unggul dalam menangani kemacetan berat.

Mengapa Google Maps Mulai Ditinggalkan di Jalan Padat

Google Maps disebut kerap memberikan instruksi berbelok ke arah yang salah, lalu memutar pengguna kembali ke titik awal sebelum akhirnya menunjukkan rute yang benar. Masalah ini lebih sering muncul saat berkendara di kota kecil.

Pada satu kesempatan, pengguna mengikuti saran Google Maps untuk mempercepat perjalanan, tetapi justru berhadapan dengan jalan yang ditutup karena proyek perbaikan yang sudah berlangsung beberapa hari. Google Maps juga dinilai tidak akurat dalam memperkirakan waktu tiba saat ada kemacetan atau saat melewati koridor yang selalu padat.

Kekecewaan terhadap fitur dasar navigasi itu menjadi alasan utama mencari alternatif, terlepas dari dorongan Google yang agresif menambahkan fitur kecerdasan buatan ke dalam Maps.

OSMAnd Unggul Offline tapi Lemah di Data Lalu Lintas

OSMAnd memiliki lebih dari 250.000 ulasan di Google Play Store dengan rata-rata 4,5 bintang. Aplikasi ini dirancang untuk bekerja sepenuhnya secara offline.

Sayangnya, OSMAnd tidak memiliki data lalu lintas langsung atau pengalihan rute dinamis. Keterbatasan ini membuatnya terasa seperti penurunan kelas dibanding Google Maps, meski unggul dalam banyak hal lain.

  • Peta offline mencakup jalur pejalan kaki, pendakian, dan sepeda
  • Peta offline diperbarui setiap bulan
  • Layanan berlangganan OSMAnd Live memberi pembaruan peta per jam
  • Antarmuka dinilai lebih rumit dibanding aplikasi peta lain

Penguji akhirnya menyerah pada OSMAnd dan beralih menguji aplikasi lain yang berperingkat tinggi.

TomTom GO Lebih Akurat, HERE WeGo Kurang Konsisten

TomTom GO dan HERE WeGo sama-sama menyediakan data lalu lintas real-time, sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan pengujian dibanding OSMAnd. Namun, HERE WeGo dinilai kurang dapat diandalkan.

Aplikasi HERE WeGo beberapa kali menampilkan perlambatan di depan, padahal tidak ada kemacetan berat. Kejadian itu berulang selama pengujian di kota pengguna, sehingga ia pun beralih ke TomTom GO.

TomTom GO memberikan data lalu lintas real-time yang lebih akurat dan memperbarui rute dengan cepat untuk menghindari kemacetan. Aplikasi ini juga mengalihkan rute saat ada penutupan jalan, pekerjaan jalan, dan bahaya lain.

TomTom GO turut membantu pengguna mencapai stasiun pengisian daya terdekat yang kompatibel. Aplikasi ini mendukung navigasi offline dan fitur Route Bar.

Waze Jadi Pemenang di Kondisi Macet Berat

Waze disebut sebagai pemenang jelas dalam pengujian ini. Aplikasi ini dirancang khusus untuk berkendara dan dinilai paling andal menangani lalu lintas padat.

Sejumlah kolega penguji di Android Police juga memuji Waze karena kemampuannya di jalan raya. Pengujian ini menyimpulkan Waze lebih unggul dibanding Google Maps, TomTom GO, HERE WeGo, dan OSMAnd dalam menangani kemacetan berat.

Bagi pengguna Android Auto di Indonesia, temuan ini bisa menjadi pertimbangan saat memilih aplikasi navigasi untuk perjalanan harian di kota-kota padat seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung.

Terkini