Puncak PUSAKA 2026 BI Dorong Pariwisata dan Ekonomi Jateng

Senin, 14 September 2026 | 11:39:04 WIB
Bank Indonesia menggelar Puncak PUSAKA Jateng 2026 di Kota Semarang. ( sumber : net )

SEMARANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Puncak PUSAKA JATENG (Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa Tengah) 2026 di Semarang pada Jumat (11/9/2026).

Program ini mengangkat tema “Transformasi Pariwisata Jawa Tengah sebagai Sumber Pertumbuhan Baru yang Inklusif dan Berkelanjutan”.

Gelaran kelima ini menjadi wadah sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta masyarakat dalam merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis riset guna memperkuat struktur perekonomian daerah.

Acara puncak ini menutup seluruh rangkaian agenda PUSAKA JATENG 2026 yang diisi dengan kegiatan Road to Forum sejak Maret 2026, Call for Paper, serta Workshop Karya Tulis Ilmiah.

Forum ini dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho.

Pusaka Jateng juga dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen, serta Menteri Pariwisata periode 2020–2024, Sandiaga Salahuddin Uno.

Dalam pidato pembukanya, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menggarisbawahi pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga.

Ia memaparkan dua area penguatan sektor ekonomi yang berorientasi pada penyerapan tenaga kerja tinggi.

Area pertama menyasar sektor penopang utama seperti pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan.

Sementara area kedua berfokus pada sektor dengan pertumbuhan relatif tinggi dan berkapasitas menyerap banyak tenaga kerja, seperti industri akomodasi serta penyediaan makan dan minum yang berkorelasi erat dengan sektor pariwisata.

"Upaya memperkuat sumber pertumbuhan baru sehingga mampu mendorong sektor terkait berkontribusi lebih besar dapat dilakukan dalam kerangka teori ekonomi dengan pendekatan fungsi Cobb Douglas. Fungsi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan output dipengaruhi oleh tiga variabel utama yaitu kapital atau investasi, tenaga kerja, dan teknologi atau inovasi," tegas M. Noor Nugroho.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen, memberikan apresiasi atas kontribusi Forum PUSAKA JATENG 2026 dalam melahirkan rekomendasi ilmiah bagi pengambilan kebijakan daerah.

Ia menegaskan bahwa pariwisata memegang peran vital untuk menggerakkan perekonomian masyarakat secara langsung melalui pemberdayaan UMKM dan optimalisasi potensi wisata religi yang tersebar di wilayah Jawa Tengah.

Tags

Terkini