Purbaya Buka Peluang APBN Isi Saldo Awal Rekening Warga Rp 50.000

Kamis, 10 September 2026 | 10:43:51 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Sunter. ( sumber : net )

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka kemungkinan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) digunakan untuk mendanai saldo awal pembukaan rekening bank bagi masyarakat.

Pembukaan rekening tersebut merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo menugaskan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) sebagai penyedia rekening bagi masyarakat.

Purbaya mengatakan, penggunaan APBN sebagai saldo awal rekening masih dimungkinkan.

Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk program tersebut tidak terlalu besar.

“Mungkin ya.

Kan kalau Rp 50.000 kali sekian saya, enggak banyak-banyak amat lah kalau saya lihat,” kata Purbaya ditemui di kantor Kementerian Keuangan pada Rabu (9/9/2026).

Purbaya mengatakan anggaran tersebut dapat dialokasikan dari cadangan belanja pemerintah.

“Cadangan belanja pemerintah ada, selalu ada.

Saya lihat masih masuk,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah akan menyiapkan anggaran sekitar Rp 11 triliun untuk mendukung rencana pembukaan rekening bank secara massal bagi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program tersebut menyasar lebih dari 200 juta masyarakat dengan dana pembukaan sebesar Rp 50 ribu untuk masing-masing rekening.

Airlangga menjelaskan, anggaran untuk program tersebut akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Namun, pemerintah masih belum memastikan apakah seluruh kebutuhan anggaran akan menggunakan APBN Tahun Anggaran 2026 atau sebagian dialokasikan melalui APBN 2027.

"Dari APBN.

Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta (dollar AS) atau sekitar Rp 11 triliun lah," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026)

Tags

Terkini