Penguatan Rupiah ke Rp 17.632 Per Dollar AS Beserta Katalisnya

Rabu, 09 September 2026 | 12:51:29 WIB
Ilustrasi nilai tukar kurs rupiah dan dollar AS. ( sumber : net )

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup dalam tren penguatan tatkala sesi perdagangan hari Selasa (8/9/2026).

Mata uang garuda sukses menyentuh level Rp 17.632 per dollar Amerika Serikat (AS).

Mengacu pada data Bloomberg, kurs rupiah mengalami penguatan sebesar 8 poin atau setara dengan 0,05 persen jika disandingkan dengan penutupan hari kemarin yang berada pada posisi Rp 17.640 per dollar AS.

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memaparkan bahwa pihak Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia telah mencapai angka 146,5 miliar dollar AS pada pengujung bulan Agustus 2026.

Besaran posisi ini mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan akhir bulan Juli 2026 yang tercatat sebesar 145,3 miliar dollar AS.

Lonjakan cadangan devisa tersebut utamanya dipicu oleh pemasukan sektor pajak serta jasa, ditambah adanya penarikan pinjaman luar negeri oleh pemerintah.

Di samping itu, langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang dijalankan oleh BI turut memberikan pengaruh terhadap posisi cadangan devisa di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

“Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” ujar dari Sumbernya.

Posisi tersebut berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang lazimnya berkisar di angka tiga bulan impor.

Cadangan devisa ini dipandang sanggup menyokong ketahanan sektor eksternal sekaligus memelihara stabilitas makroekonomi serta sistem keuangan Republik Indonesia.

Menatap masa depan, dari Sumbernya meyakini bahwa ketahanan sektor eksternal di tanah air akan senantiasa terpelihara.

Rasa optimisme itu disokong oleh ketersediaan cadangan devisa yang mencukupi serta adanya potensi masuknya arus modal asing.

Pandangan positif dari para investor terhadap prospek perekonomian bangsa beserta tingkat imbal hasil investasi yang terbilang menarik juga berpotensi menjadi pendorong masuknya modal asing ke dalam negeri.

Terkini