Pertumbuhan DPK BRI Capai Rp1.580 Triliun Berkat Kepercayaan Nasabah

Rabu, 09 September 2026 | 12:51:29 WIB
BRI. ( sumber : net )

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sukses mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.580,7 triliun sampai penghujung Triwulan II 2026.

Total nominal tersebut mengalami kenaikan sebesar 6,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari angka Rp1.482,1 triliun pada kurun waktu yang sama tahun sebelumnya.

Dalam rentang waktu serupa, persentase dana murah (CASA) turut menanjak dari 65,5% ke angka 67,6%, sehingga memperkokoh porsi dana murah di dalam struktur pendanaan BRI.

Direktur Network dan Retail Funding BRI Aquarius Rudianto membeberkan bahwa pihak bank terus memperluas cakupan layanan guna memenuhi kebutuhan bertransaksi para nasabah yang kian variatif.

“Salah satu fokus utama transformasi BRI adalah memperkuat funding franchise, khususnya dana murah atau CASA.

Strategi kami dilakukan dengan memperkuat transaksi dan menjadikan BRI semakin relevan dalam aktivitas keuangan sehari-hari nasabah,” ujar dari Sumbernya dikutip Selasa (8/9/2026).

Menjelang akhir Triwulan II 2026, jumlah pengguna aktif aplikasi BRImo menyentuh angka 22,3 juta, dengan catatan 3,3 miliar transaksi finansial serta volume transaksi yang menembus Rp4.166 triliun.

Berbagai aktivitas tersebut mulai memberikan sokongan positif terhadap aspek pendanaan dan pendapatan BRI.

Lewat perantara BRILink Agen, porsi CASA melonjak 28,6% hingga menjadi Rp30,7 triliun, sementara perolehan fee income tumbuh 16,3% menjadi kisaran Rp915,7 miliar.

Pelayanan dari BRI pun turut diekspansikan kepada warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, salah satunya lewat kehadiran BRImo Taiwan yang resmi dirilis pada 23 Agustus 2026.

Semenjak pelaksanaan soft launching pada tanggal 22 Maret 2026, layanan BRImo Taiwan telah menjaring lebih dari 1.460 pengguna.

Platform BRImo Taiwan ini menyajikan fasilitas mobile banking 24 jam penuh setiap hari dengan bermacam-macam fitur, mencakup pengiriman dana ke tanah air, transfer lokal, pembayaran menggunakan QR serta kode billing MPN, pemeriksaan mutasi rekening, sampai penukaran valuta asing dari USD ke NTD.

Aquarius menekankan bahwa ke depannya pihak BRI akan senantiasa menyatukan sistem BRImo, merchant, QRIS, Agen BRILink, payroll, serta transaction banking demi memperkuat posisi BRI sebagai bank transaksi utama bagi seluruh kalangan nasabah.

“Bagi kami digitalisasi bukan hanya mengenai jumlah user atau jumlah transaksi.

Target akhirnya adalah mengubah transaksi menjadi relationship, relationship menjadi CASA, dan CASA menjadi sumber pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi BRI.

Inilah yang kami maksud dengan transformasi funding franchise, semakin banyak aktivitas ekonomi nasabah yang berada di dalam ekosistem BRI, semakin kuat pula kemampuan kami membangun dana murah secara organik,” pungkas dari Sumbernya.

Terkini