SURABAYA, JAWA TIMUR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mendorong pelaku usaha memakai skema Local Currency Transaction (LCT) dalam transaksi perdagangan serta investasi internasional sebagai salah satu cara guna memitigasi risiko nilai tukar sekaligus memperkuat ketahanan pasar keuangan domestik.
“Penggunaan LCT diharapkan dapat menjaga stabilitas rupiah, memitigasi risiko kurs, dan memperkuat resiliensi pasar keuangan domestik,” tulis dari Sumbernya.
Ibrahim mengutarakan pemanfaatan LCT menjadi salah satu pilihan bagi pelaku usaha dalam melakukan transaksi lintas negara dengan memakai mata uang lokal sehingga ketergantungan terhadap mata uang tertentu bisa dikurangi.
Pada saat ini, kerja sama LCT Indonesia telah mencakup enam negara yakni Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, serta Uni Emirat Arab.
Para pelaku usaha dapat memanfaatkan skema itu lewat bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) termasuk dengan dukungan fasilitas kepabeanan demi keperluan perdagangan internasional.
Bank Indonesia Jawa Timur di samping itu menyediakan ruang konsultasi bagi kalangan eksportir dan importir melalui Banking Consultation Desk yang melibatkan berbagai bank ACCD.
Fasilitas tersebut dimanfaatkan para pelaku usaha guna memahami aspek teknis penggunaan mata uang lokal maupun ragam layanan perbankan lainnya.
Di samping itu, Bank Indonesia turut mengadakan sosialisasi LCT sekaligus berjumpa dengan 200 responden demi memperoleh gambaran kondisi ekonomi daerah serta perkembangan sektor riil terbaru.
Bank Indonesia Jawa Timur menjalankan 11 macam survei guna mendapatkan gambaran langsung mengenai perkembangan sektor riil sebagai salah satu bahan di dalam melakukan asesmen perekonomian serta menyokong perumusan kebijakan.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa data lapangan yang komplit menjadi landasan krusial di dalam pembahasan kebijakan ekonomi bersama Bank Indonesia.
“Data dari lapangan yang lengkap menjadi basis dalam diskusi kebijakan yang kami lakukan bersama Bank Indonesia,” kata Emil.
Menurut dia, data realisasi dari bermacam-macam lembaga yang diperkuat oleh hasil survei serta liaison mampu menyajikan gambaran yang lebih utuh perihal kondisi perekonomian Jawa Timur supaya rekomendasi kebijakan yang terbit menjadi lebih komprehensif.