BI Jatim Dorong Pemanfaatan LCT Perkuat Pasar Domestik

Rabu, 09 September 2026 | 12:51:29 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim dalam Temu Responden dan Sosialisasi Local Currency Transaction di Surabaya, Jawa Timur. ( sumber : net )

SURABAYA, JAWA TIMUR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mendorong pelaku usaha memanfaatkan skema Local Currency Transaction (LCT) dalam transaksi perdagangan dan investasi internasional sebagai salah satu upaya memitigasi risiko nilai tukar sekaligus memperkuat ketahanan pasar keuangan domestik.

“Penggunaan LCT diharapkan dapat menjaga stabilitas rupiah, memitigasi risiko kurs, dan memperkuat resiliensi pasar keuangan domestik,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim di Surabaya, Selasa.

Ibrahim mengatakan pemanfaatan LCT menjadi salah satu alternatif bagi pelaku usaha dalam melakukan transaksi lintas negara dengan menggunakan mata uang lokal sehingga ketergantungan terhadap mata uang tertentu dapat dikurangi.

Saat ini, kerja sama LCT Indonesia telah mencakup enam negara yakni Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Pelaku usaha dapat memanfaatkan skema tersebut melalui bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) termasuk dengan dukungan layanan kepabeanan untuk kebutuhan perdagangan internasional.

Bank Indonesia Jawa Timur juga memberikan ruang konsultasi bagi eksportir dan importir melalui Banking Consultation Desk yang melibatkan sejumlah bank ACCD.

Fasilitas tersebut dimanfaatkan pelaku usaha untuk memahami teknis penggunaan mata uang lokal maupun layanan perbankan lainnya.

Selain itu, Bank Indonesia turut menyelenggarakan sosialisasi LCT sekaligus bertemu dengan 200 responden untuk mendapat gambaran kondisi ekonomi daerah dan perkembangan sektor riil terkini.

Bank Indonesia Jawa Timur melakukan 11 jenis survei untuk memperoleh gambaran langsung mengenai perkembangan sektor riil sebagai salah satu bahan dalam melakukan asesmen perekonomian dan mendukung perumusan kebijakan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan data lapangan yang lengkap menjadi basis penting dalam pembahasan kebijakan ekonomi bersama Bank Indonesia.

“Data dari lapangan yang lengkap menjadi basis dalam diskusi kebijakan yang kami lakukan bersama Bank Indonesia,” ujarnya.

Menurut dari Sumbernya, data realisasi dari berbagai lembaga yang diperkuat hasil survei dan liaison dapat memberikan gambaran lebih utuh mengenai kondisi perekonomian Jawa Timur sehingga rekomendasi kebijakan yang dihasilkan lebih komprehensif.

Terkini