Sejumlah Bank Pacu Penyaluran KPR FLPP Sepanjang Tahun 2026

Senin, 07 September 2026 | 10:59:42 WIB
KPR FLPP. ( sumber : net )

JAKARTA - Penyaluran pembiayaan rumah subsidi lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus menunjukkan progres positif sepanjang tahun 2026.

Sampai tanggal 29 Juli 2026, realisasi KPR subsidi FLPP secara nasional telah menyentuh angka 118.756 unit hunian dengan nominal mencapai Rp14,76 triliun.

Pencapaian itu menjadi bagian dari usaha pemerintah dalam memperluas jangkauan kepemilikan hunian perdana bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), lewat sokongan pembiayaan perumahan yang lebih terjangkau.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) masih memegang status sebagai salah satu institusi penyalur terbesar untuk KPR FLPP.

Berdasarkan laporan Kementerian PKP, hingga 29 Juli 2026, pihak BTN sudah mendistribusikan 55.766 unit KPR FLPP, yang merupakan angka tertinggi di antara kelompok bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).

Selain BTN, Sampai Juni 2026, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menduduki urutan pertama bank penyalur KPR FLPP berdasarkan persentase pencapaian target penyaluran unit FLPP tahun ini.

Semenjak proses merger hingga masa sekarang, pihak BSI telah mendistribusikan 25.057 unit KPR Sejahtera FLPP atau setara kisaran Rp3,6 triliun ke berbagai pelosok wilayah di Indonesia.

Distribusi tersebut paling banyak didominasi oleh daerah Sumatera, Sulawesi, beserta sejumlah kawasan potensial yang lain.

Pada tahun 2026, pihak BSI mengantongi target penyaluran sejumlah 3.283 unit FLPP.

Sampai bulan Juni, realisasi kinerjanya telah menyentuh kisaran 66% dari target tahunan yang dibebankan.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar mengemukakan bahwa BSI mengambil bagian secara aktif terhadap program strategis nasional 3 juta rumah lewat penyaluran KPR FLPP.

Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen korporasi dalam mendukung langkah pemerintah untuk memperluas akses kepemilikan hunian bagi masyarakat luas.

Pihak BSI merasa optimistis bahwa penyaluran KPR Sejahtera FLPP akan terus mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan warga terhadap tempat tinggal yang layak.

“Melalui pembiayaan syariah yang inklusif dan berkelanjutan, BSI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan hunian berkualitas menuju Indonesia yang lebih sejahtera,” ujar Wisnu kepada dari Sumbernya.

Melalui skema pembiayaan yang berpijak pada prinsip syariah, pihak BSI terus memperkuat perannya dalam menyediakan tempat tinggal yang terjangkau serta sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BSI dalam meratakan inklusi keuangan syariah pada sektor properti.

Sementara itu, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menuturkan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kolaborasi berbagai elemen dalam ekosistem perumahan, termasuk sokongan dari Danantara Indonesia.

“Pencapaian BTN sebagai penyalur terbesar dalam akad massal ini merupakan hasil kerja bersama. Dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh pelaku ekosistem turut meningkatkan kapasitas BTN dalam memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat,” ujar Nixon.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memelihara rasa optimistis tinggi untuk mampu melampaui target penyaluran pembiayaan perumahan bersubsidi sampai penghujung tahun 2026.

Sampai Juni 2026, realisasi penyaluran KPR FLPP serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan milik BRI telah mencapai kisaran Rp13,8 triliun, atau setara 63% dari keseluruhan target yang diberikan oleh pemerintah.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa perusahaan memperoleh target penyaluran sebesar Rp22 triliun, yang terbagi atas Rp10 triliun untuk alokasi KPR FLPP serta Rp12 triliun bagi KUR Perumahan.

“Dari total target tersebut, sampai Juni kami sudah menyalurkan sekitar Rp13,8 triliun atau sekitar 63% dari target. Karena ini baru bulan Juli, kami optimistis hingga akhir tahun pencapaiannya bisa lebih dari 100%,” ujar Hery di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Hery memberikan rincian bahwa penyaluran KUR Perumahan dari BRI sudah menyentuh kisaran 89% dari target.

Tingginya tingkat realisasi tersebut bahkan mendorong pihak pemerintah berencana untuk kembali menaikkan target penyaluran KUR Perumahan khusus bagi BRI.

Sedangkan untuk penyaluran KPR FLPP BRI baru mencatatkan angka sekitar 32% dari target senilai Rp10 triliun.

Secara nasional, pihak pemerintah menetapkan target penyaluran pembiayaan perumahan bersubsidi sebesar Rp95 triliun pada tahun 2026.

Besaran target tersebut terdiri dari alokasi Rp45 triliun untuk KPR FLPP serta Rp50 triliun bagi KUR Perumahan, yang mengalami peningkatan dari target terdahulu di angka Rp36 triliun.

Menurut pandangan Hery, tingginya angka realisasi KUR Perumahan tidak bisa dilepaskan dari strategi BRI yang bergerak aktif menjangkau sisi penawaran maupun sisi permintaan secara beriringan.

Dari sisi penawaran, pihak BRI menggandeng para kontraktor, pengembang perumahan, hingga pemilik toko bangunan guna memperluas pemanfaatan KUR Perumahan.

Sementara itu, dari sisi permintaan, pihak korporasi secara rutin melaksanakan sosialisasi kepada warga di berbagai daerah.

“Program ini berjalan sangat baik karena kami menggarap sisi supply dan demand secara bersamaan. Itu yang membuat penyerapannya tinggi,” katanya.

Tags

Terkini