Alasan Elon Musk Pilih KPR untuk Punya Rumah Mewah

Alasan Elon Musk Pilih KPR untuk Punya Rumah Mewah
Elon Musk. ( sumber : net )

JAKARTA - Ada fakta yang cukup menarik dari Elon Musk soal kepemilikan rumah.

Triliuner itu memilih membeli rumah dengan mengambil kredit kepemilikan rumah (KPR) alias mencicil, alih-alih membayar kontan.

Padahal, kekayaan bos X dan Tesla tersebut pernah ditaksir mampu untuk membeli satu negara.

Pada Januari lalu, kekayaan Musk tembus 779 miliar dollar AS (sekitar Rp 13.000 triliun).

Kekayaan Musk ini bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan saham.

Jika dikonversi, kekayaan Musk itu mampu membeli negara Swiss yang memiliki produk domestik bruto (PDB) berada di kisaran kurang dari 900 miliar dollar AS.

Ini bukan membeli dalam arti harfiah, melainkan hanya pengibaratan seberapa kaya Elon Musk.

Per Agustus kemarin, kekayaan Musk mencapai 856 miliar dollar AS (sekitar Rp 15.100 triliun).

Dengan kekayaan sebesar ini, Musk sebenarnya tidak butuh skema KPR untuk punya rumah.

Uniknya, Musk ternyata bukan triliuner satu-satunya yang membeli rumah dengan skema cicilan.

Bos Meta, Mark Zuckerberg yang kekayaannya menyentuh 203,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.600 triliun) juga memilih skema KPR untuk membeli rumah-rumah mewah.

Pertanyaannya, kenapa?

Para ahli keuangan menyebut langkah ini sebagai strategi keuangan yang sangat cerdas.

Bagi orang super kaya, mengambil cicilan rumah meski mampu bayar tunai justru bisa menjadi keputusan finansial paling menguntungkan.

Elon Musk, orang terkaya di dunia, tercatat memiliki beberapa cicilan rumah dengan nilai sangat besar.

Salah satunya adalah pinjaman 61 juta dollar AS (sekitar Rp 1 triliun) dari Morgan Stanley, untuk membeli lima properti di California.

Angka ini terlihat besar, tapi sebenarnya hanya setetes air dari kekayaan Musk yang mencapai 703 miliar dollar AS (sekitar Rp 12 triliun).

Bagi orang awam, sulit memahami kenapa orang seperti Musk perlu meminjam puluhan juta dollar AS untuk membeli rumah, ketika ia sebenarnya bisa membayar tunai dengan mudah.

Namun ternyata jawabannya cukup sederhana, bukan soal mampu atau tidak, melainkan soal di mana sebaiknya menempatkan uang.

Salah satu alasan utama orang super kaya memilih cicilan rumah adalah karena sebagian besar kekayaan mereka tidak dalam bentuk uang tunai.

Kekayaan triliuner, seperti Musk dan Zuckerberg umumnya terikat dalam investasi, saham, dan obligasi.

Mereka tidak menyimpan banyak uang dalam bentuk tunai.

"Orang dengan kekayaan sangat tinggi alias ultra-high-net-worth berpikir berbeda soal likuiditas dan utang," kata dari Sumbernya Miltiadis Kastanis, direktur eksekutif penjualan di perusahaan properti Compass, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Fortune.

"Mereka lebih suka uangnya tetap bekerja untuk mereka dalam bentuk investasi, bisnis, atau bahkan koleksi seni, daripada terkunci semua di satu properti."

Logikanya begini, jika seseorang menginvestasikan uangnya di saham atau bisnis dan menghasilkan keuntungan, katakanlah 10 persen per tahun, sementara bunga cicilan rumahnya hanya 5 persen, maka ia justru untung dengan mengambil pinjaman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index