Gerakan Pangan Murah Serentak Tuntas di 16 Kecamatan di Kota Semarang

Senin, 07 September 2026 | 10:59:39 WIB
Pemerintah Kota Semarang bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah dan TPID sukses menggelar Gerakan Pangan Murah. ( sumber : net )

SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sukses menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kegiatan ini dilakukan serentak melalui program Ketahanan Pangan Keliling Semarang di 16 kecamatan se-Kota Semarang.

Puncak kegiatan intervensi pasokan langsung ke tingkat rukun warga ini dipusatkan di Halaman Kantor Kecamatan Banyumanik pada pekan ini.

Langkah strategis ini digencarkan sepanjang bulan Agustus guna mengendalikan harga komoditas pangan pokok yang bergejolak sekaligus menjaga daya beli masyarakat di wilayah perkotaan.

Sepanjang pelaksanaan serentak di tingkat RW selama Agustus 2026, program Kempling Semar berhasil menjangkau 729 dari total 1.532 RW di Kota Semarang.

Dari intervensi tersebut, sebanyak 80 ton beras SPHP, 35.040 liter minyak goreng, serta pasokan komoditas strategis lain habis diserap warga dengan total nilai transaksi mencapai Rp128,12 juta.

Secara kumulatif sejak Januari hingga Agustus 2026, sinergi program Pak Rahman dan Kempling Semar telah merealisasikan GPM di 1.085 titik dengan total omzet menembus angka Rp5,01 miliar.

Dukungan penuh Bank Indonesia yang menilai langkah TPID Kota Semarang sangat proaktif dalam menjaga ekspektasi inflasi daerah.

Program ini dinilai tidak hanya sekadar menjual bahan pokok berharga murah, tetapi juga mengedukasi masyarakat terkait kemudahan transaksi pembayaran di era digital.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari mengatakan, sinergi antara TPID Kota Semarang dan Bank Indonesia melalui kerangka Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera merupakan wujud langkah proaktif dan terukur dalam mengarahkan ekspektasi inflasi masyarakat.

"GPM memperkuat kelancaran distribusi pasokan, mengintegrasikan bauran kebijakan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran melalui penggunaan QRIS guna mempermudah transaksi masyarakat secara cepat, praktis, dan aman," jelas dari Sumbernya Andi Reina Sari.

Keberhasilan gelaran ini disokong oleh 14 mitra strategis hingga kelompok distributor komoditas pangan lokal.

Rangkaian acara turut disemarakkan dengan penyerahan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah, peluncuran program budidaya pekarangan keluarga Bulir Padi, penyerahan Sertifikat Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat, hingga bazar produk UMKM.

Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk terus memperkuat implementasi strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Langkah berkesinambungan ini diharapkan mampu menjaga inflasi Indeks Harga Konsumen tetap berada dalam rentang sasaran target nasional sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.

Tags

Terkini