JAKARTA - Tingginya angka kekurangan pasokan hunian nasional menjadikan urusan kepemilikan tempat tinggal tetap menjadi hambatan bagi jutaan penduduk.
Masalah ini bertambah pelik bagi tenaga kerja sektor nonformal serta masyarakat yang mempunyai rekam jejak pinjaman kurang ideal.
Tercatat ada sekitar 60% angkatan kerja Indonesia bekerja di sektor informal.
Sehingga banyak diantaranya sulit memenuhi persyaratan perbankan saat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Kondisi tersebut menggerakkan platform properti berbasis kecerdasan buatan (AI), MilikiRumah, memperkenalkan skema PraKPR.
Mengusung konsep Rent-to-Own (sewa-beli), skema ini dirancang untuk membantu calon pembeli mempersiapkan dan memperbaiki profil keuangan sebelum mengajukan KPR ke bank.
Co-Founder sekaligus CEO MilikiRumah, Winston Lee, mengemukakan setiap orang mempunyai hak untuk mempunyai rumah, termasuk Gen Z, pengusaha, maupun masyarakat yang pernah memiliki riwayat kredit kurang baik.
“Skema PraKPR dari kami membantu konsumen untuk membuktikan diri di hadapan bank. Banyak calon pembeli yang awalnya belum bankable tetap berpotensi menjadi pemilik rumah apabila didampingi dengan proses yang tepat,” ujar Winston dalam laporan dari Sumbernya, Senin (7/9/2026).
Selain menolong calon pembeli, teknologi AI yang dikembangkan MilikiRumah juga diarahkan untuk membantu pengembang mengenali karakteristik calon pembeli.
Chief Commercial Officer MilikiRumah, Faizal Abdullah, menyebutkan teknologi tersebut memungkinkan pengembang menjangkau calon pembeli dengan lebih kilat sekaligus mengerti mutu permintaan pasar.
Menurutnya, pemahaman terhadap profil konsumen dapat membantu pengembang menetapkan strategi yang tepat dan mendongkrak peluang konversi hingga menjadi transaksi.
“Saat ini modul profiling konsumen berbasis AI tersebut telah diadopsi oleh lebih dari 200 proyek perumahan guna meningkatkan konversi penjualan dan menyaring calon pembeli potensial secara akurat,” terang Faizal dari Sumbernya.
Kini, MilikiRumah sedang mendampingi puluhan calon pembeli dalam berbagai proyek percontohan di Tangerang, Bogor, Bekasi, dan Karawang.
Ke depan, perusahaan menargetkan memperluas kemitraan dengan perbankan dan pengembang.
Langkah tersebut diharapkan mampu membuka akses kepemilikan rumah bagi lebih banyak warga yang selama ini terhalang syarat kredit konvensional.
Program PraKPR MilikiRumah telah menolong beberapa konsumen yang sebelumnya kerepotan menjangkau KPR.
Keiza Evelyn, 22 tahun, sukses mendapatkan KPR untuk hunian senilai lebih dari Rp600 juta di Darmawangsa Residence, Bekasi.
Sedangkan pasangan pegiat UMKM, Suly Devita dan Hermanto, sukses lulus verifikasi kredit selepas memperoleh bimbingan dalam merapikan dokumen usaha serta membangun rekam jejak pembayaran.
Keberhasilan itu ditopang platform RightKey A.I. yang memetakan kesiapan finansial konsumen, memberikan tahap perbaikan, serta menghadirkan analitik pasar bagi pengembang melalui fitur Buyer Intelligence, Pathway Intelligence, dan Marketing Intelligence.