FINANSIALFOKUS.COM — Kelas terbang UFC tengah memasuki era baru di bawah kekuasaan Joshua Van. Petarung kelahiran 2001 itu mengalahkan Alexander Pantoja untuk merebut sabuk pada Desember 2025 dan sukses mempertahankannya dengan kemenangan TKO atas Tatsuro Taira pada Mei lalu.
Di tengah dominasi itu, Bilal Hasan membuat langkah pertamanya. Debutnya di UFC Fight Night berakhir manis dengan kemenangan plus bonus performance of the night—modal awal yang layak diperhitungkan di divisi ini.
Jejak Joshua Van: Standar Baru yang Harus Dikejar Bilal
Jalan cepat Joshua Van menjadi tolok ukur paling realistis bagi Bilal. Van debut di UFC pada 2023 dan hanya butuh dua tahun untuk mencapai perebutan gelar. Namun di balik itu ada kerja keras yang ekstrem: sembilan pertarungan dalam kurun 2023-2025 dengan catatan delapan kemenangan dan satu kekalahan.
Angka tersebut menunjukkan apa yang bisa ditempuh Bilal. Ia harus tampil agresif—memperbanyak jumlah duel tahunan—sambil menjaga rentetan kemenangan.
Frekuensi bertarung Van memang patut diacungi jempol. Empat kali dalam satu tahun pada 2024 dan 2025 menjadi standar minimum bila Bilal serius mengejar jalur cepat menuju peluang gelar. Ditambah bonus performance of the night yang ia raih, nama Bilal kini mulai punya daya tarik tersendiri.
Langkah Pertama: Menembus Ranking 15 Besar
Spekulasi duel perebutan gelar masih terlalu jauh. Prioritas Bilal saat ini adalah menembus jajaran 15 besar kelas terbang, gerbang wajib menuju pertarungan melawan petarung elit.
Setelah itu, tantangan sesungguhnya dimulai. Menghadapi nama-nama seperti Charles Johnson, Kevin Borjas, Brandon Moreno, Ramazan Temirov, hingga Brandon Royval akan menguji kapasitas Bilal di level tertinggi.
Setiap kemenangan atas petarung berperingkat akan mendongkrak posisinya. Semakin impresif cara menang, semakin cepat pula jalan menuju perebutan gelar terbuka.
Lawan Berat di Depan: Deretan Nama yang Menanti Bilal
Berbeda dengan debut melawan petarung tanpa peringkat, jatuhan selanjutnya akan jauh lebih kejam. Charles Johnson dan Brandon Royval adalah penghuni papan atas dengan pengalaman bertarung lima ronde. Brandon Moreno, mantan juara, bahkan bisa menjadi gatekeeper terberat yang harus dilewati Bilal bila ingin membuktikan diri layak main di partai puncak.
Ramazan Temirov dan Kevin Borjas juga bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Keduanya punya gaya menekan yang merepotkan bagi petarung baru yang masih dalam tahap adaptasi.
Dengan peta persaingan yang jelas ini, Bilal Hasan tinggal membuktikan konsistensinya. Di atas kertas, usia dan momentumnya saat ini memang mendukung—tapi jalan menuju sabuk juara kelas terbang masih panjang dan penuh jebakan.