BTN Hadirkan Pembiayaan KPR Manggarai Tenor Panjang Bunga Tetap

Senin, 24 Agustus 2026 | 09:01:56 WIB
Peresmian pembangunan Hunian Manggarai yang dikembangkan KAI Properti bersama BTN di kawasan TOD Manggarai. ( sumber : net )

JAKARTA - Pihak PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mempersiapkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah bagi Hunian Manggarai dengan jangka waktu cicilan sampai 40 tahun serta tingkat bunga 6 persen tetap sampai lunas.

Banderol harga hunian itu dipatok agar berada di bawah kisaran Rp600 juta serta terhubung langsung dengan kawasan Transit Oriented Development Manggarai.

Direktur Utama BTN dari Sumbernya mengemukakan bahwa mekanisme tersebut dirancang guna memperluas jangkauan masyarakat terhadap tempat tinggal di perkotaan dengan cicilan yang lebih terjangkau.

“Memang mandat kami mengurus rumah rakyat. Skema KPR-nya ini kami coba yang 40 tahun dengan bunga 6 persen sampai lunas. Jadi bunganya tidak akan berubah,” ujar dari Sumbernya di sela groundbreaking Hunian Manggarai di Jakarta, Jumat.

Proyek Hunian Manggarai dibangun oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) lewat anak usahanya KAI Properti dengan menyediakan 3.784 unit yang terbagi dalam delapan tower.

Lokasi proyek bertempat di kawasan TOD Manggarai yang terintegrasi penuh bersama sistem transportasi umum.

Dari Sumbernya menerangkan bahwa harga unit hunian bakal dikendalikan di bawah nominal Rp600 juta.

Letaknya yang berada di jantung kota serta dekat moda transportasi publik menjadi keunggulan utama dari proyek tersebut.

“Tengah Jakarta, dekat transportasi, harga kami jagain di bawah Rp600 juta. Dapat subsidi suku bunga,” kata dari Sumbernya.

Pihak BTN menyiapkan dua model pembiayaan berbeda, yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan serta program KPR non-subsidi.

Skema FLPP diperuntukkan khusus masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi persyaratan dari pemerintah, sementara jalur non-subsidi membidik segmen masyarakat yang lebih luas.

Khusus KPR non-subsidi, BTN menetapkan uang muka awal mulai dari 5 persen beserta penawaran suku bunga khusus.

Dari Sumbernya menyampaikan bahwa Hunian Manggarai diproyeksikan sebagai proyek percontohan pembangunan hunian bertingkat yang terjangkau di wilayah DKI Jakarta.

Pola pembangunan ini mempunyai peluang besar untuk diterapkan pada kawasan sekitar stasiun maupun simpul transportasi massal lainnya.

“Di Jabodetabek stasiun itu banyak sekali. Kami akan mulai dari daerah-daerah stasiun kereta karena lebih mudah. Setelah itu mungkin kami akan bicara kawasan LRT dan MRT,” ujarnya.

Menurut dari Sumbernya, tren hunian vertikal kian mendesak mengingat ketersediaan lahan untuk rumah tapak di kota besar semakin menyusut dan berharga mahal.

Hunian yang menyatu dengan akses transportasi umum juga dinilai sangat pas menjawab kebutuhan kaum urban, termasuk generasi muda.

“Di Jakarta dan kota besar, mencari landed house sudah sulit dan terlalu mahal. Jadi kami harus realistis, seperti kota-kota lain di dunia, Jakarta pasti ke atas. Anak muda sekarang juga suka, yang penting di tengah kota dan sarana transportasinya dekat,” kata dari Sumbernya.

Bertepatan dengan acara peletakan batu pertama, BTN bersama KAI Properti meneken Perjanjian Kerja Sama terkait Program Hunian Manggarai.

Cakupan kerja sama meliputi perumusan skema pembiayaan, penyediaan layanan perbankan dan transaksi, promosi bersama, serta pemberian dukungan akses kredit bagi pembeli.

BTN turut menyediakan platform balé by BTN sebagai salah satu sarana pendaftaran minat serta penyelesaian transaksi Nomor Urut Pemesanan Hunian Manggarai.

Pihak bank berkomitmen menjalankan asas kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan dengan mencocokkan tahapan pembelian bersamaan progres pembangunan di lapangan.

Sementara itu, pembicaraan terkait pendanaan konstruksi dengan pihak KAI Properti masih terus berjalan.

Direktur Utama KAI dari Sumbernya memaparkan bahwa Hunian Manggarai didirikan di atas lahan seluas kurang lebih 2,2 hektare dengan rincian delapan tower setinggi 24 lantai.

Sebanyak 1.276 unit ditempatkan pada Blok G yang mencakup tiga tower, sedangkan Blok F memiliki lima tower dengan total keseluruhan mencapai 2.508 unit.

Kawasan hunian ini juga dilengkapi fasilitas pendukung berupa 150 unit ruang komersial retail.

Varian unit hunian yang disediakan mulai dari tipe studio berukuran 28 sampai dengan tipe 52 dengan spesifikasi tiga kamar tidur.

Keseluruhan proses pengerjaan konstruksi ditargetkan rampung dalam kurun waktu sekitar 18 bulan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dari Sumbernya memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi BTN dalam mendukung pembiayaan perumahan subsidi.

Beliau mendorong pemanfaatan aset lahan milik PT KAI di tempat lain guna membangun proyek hunian sejenis.

“Untuk FLPP juara satu, saya nggak ada lawan BTN. Kami mohon dari Sumbernya kami bangun lagi di tempat lain, supaya aset-aset kereta api bisa segera dibangunkan,” ujar dari Sumbernya.

Di sisi lain, Ketua Satuan Tugas Perumahan dari Sumbernya berpandangan bahwa realisasi Hunian Manggarai merupakan langkah nyata dalam menyediakan tempat tinggal layak serta terjangkau di pusat kota.

Ia menekankan pentingnya pengawasan agar hunian jatuh ke tangan yang tepat tanpa disalahgunakan untuk praktik spekulasi.

“Kami harus adil, satu pelanggan, satu peminat, satu apartemen,” kata dari Sumbernya.

Dari Sumbernya menaruh harapan besar agar konsep pembangunan serupa dapat direplikasi pada aset-aset strategis KAI lainnya agar kian banyak warga yang terbantu memiliki rumah terjangkau dekat sarana transportasi massal.

Tags

Terkini

Jumlah Investor Pasar Modal OJK Malang Capai Ratusan Ribu

Jumat, 18 September 2026 | 23:12:59 WIB

Kisah Sukses UMKM Sapu Ijuk Berkat KUR BNI

Jumat, 18 September 2026 | 23:12:59 WIB

Literasi Keuangan BPJS TK dan BNI

Jumat, 18 September 2026 | 23:12:59 WIB

Kinerja Keuangan BNI Periode Agustus 2026

Jumat, 18 September 2026 | 23:12:59 WIB

Potensi Tekanan Rupiah Usai The Fed Naik Bunga

Jumat, 18 September 2026 | 23:12:59 WIB