Harga Perak Antam Turun Rp 400 Jadi Rp 45.400, Dunia Justru Menguat

Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:11:00 WIB

FINANSIALFOKUS.COM — Koreksi harga perak Antam hari ini sejalan dengan pergerakan harga emas batangan produksi perusahaan pelat merah tersebut yang juga melemah. Padahal, di pasar global, logam mulia berwarna keperakan ini sedang berada dalam tren positif dan diperdagangkan mendekati level tertingginya dalam dua bulan terakhir.

Mengutip laman resmi Logam Mulia, Antam menetapkan harga perak batangan Rp 45.400 per gram, turun dari posisi sebelumnya Rp 45.800 per gram. Penurunan ini membuat selisih harga dengan perak dunia semakin melebar, mengingat perak global justru menguat di tengah optimisme investor terhadap pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat.

Dua Faktor Pendorong Penguatan Perak Dunia

Penguatan harga perak dunia tidak lepas dari dua sentimen utama. Pertama, pasar sedang menantikan rilis laporan indeks harga PCE AS—tolok ukur inflasi favorit Federal Reserve—yang akan menjadi sinyal arah kebijakan suku bunga. Kedua, rencana Departemen Keuangan AS yang melipatgandakan operasi pembelian kembali (buyback) obligasi negara turut menekan nilai dolar AS ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan.

Dolar yang lemah secara otomatis membuat harga logam mulia menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga mendorong permintaan. Selain itu, harga minyak yang turun tiga hari beruntun turut meredakan kekhawatiran inflasi dan memperkuat prospek bullish bagi komoditas logam.

Permintaan Industri Jadi Penopang Jangka Panjang

Di luar faktor moneter, harga perak juga ditopang kebutuhan industri yang solid. Logam ini merupakan bahan baku penting dalam transisi energi hijau, mulai dari panel surya fotovoltaik, kendaraan listrik, hingga infrastruktur pusat data kecerdasan buatan (AI).

Adapun Antam saat ini memasarkan produk perak dalam beberapa varian. Untuk perak batangan ukuran 250 gram dibanderol Rp 11.875.000, sementara ukuran 500 gram dijual seharga Rp 22.825.000. Perusahaan juga menjual perak butiran murni dengan kemurnian 99,95 persen.

Koreksi Emas Dunia Tak Mengubah Tren Positif

Meski perak menguat, harga emas dunia justru terkoreksi tipis 0,1 persen ke level US$ 4.647,05 per ons pada perdagangan Selasa (25/8) waktu AS. Namun, level tersebut masih dekat dengan titik tertingginya sejak pertengahan Mei lalu.

UOB memperkirakan emas berada di jalur yang tepat untuk mencatat kenaikan bulanan terkuat sejak September 1999. Sepanjang Agustus ini, harga emas telah melonjak lebih dari 15 persen, didukung pelemahan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang cenderung turun.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada pidato anggota Dewan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, dalam Simposium Jackson Hole akhir pekan ini. Citi menilai jika Warsh membawakan nada hawkish, reli emas berpotensi terhenti sementara. Sebaliknya, kejutan dovish akan menjadi katalis ultra-bullish bagi logam mulia, terutama jika pasar kembali fokus pada kekhawatiran independensi The Fed dan keberlanjutan utang AS.

Bagi investor ritel Indonesia, pelemahan harga perak Antam hari ini bisa menjadi momen akumulasi, meski pergerakan harga logam mulia tetap perlu dicermati mengingat volatilitas pasar global yang masih tinggi.

Terkini